Kader Demokrat Ragukan Intelektualitas Ketum PBB, Wasekjen: SBY Baca Pidato yang Didraf Yusril

Ketegangan terus terjadi antara Partai Demokrat kubu AHY dan Partai Bulan Bintang besutan Yusril Ihza Mahendra

Kader Demokrat Ragukan Intelektualitas Ketum PBB, Wasekjen: SBY Baca Pidato yang Didraf Yusril
Tanggapi dengan Santai, Yusril Sebut Dirinya Kini Dapat Julukan Pengacara 100 Miliar

INILAHKORAN,Jakarta,- Wakil Sekretaris Jenderal (wasekjen) Partai Bulan Bintang bidang Kaderisasi dan PPU Solihin Pure angkat bicara mengenai ungkapan kader Partai Demokrat yang meragukan intelektualitas Yusril Ihza Mahendra.

Dia menyatakan Yusril telah menjadi penyusun pidato pada tiga zaman presiden yang berbeda.

"Setahu saya Yusril itu menyusun pidato tiga Presiden, Suharto, Habibie dan SBY," ungkap Solihin Pure.

Solihin mengaku heran dengan statement kader Demokrat tersebut, padahal SBY yang saat itu menjadi presiden membaca pidato yang didrat oleh Yusril Ihza Madendra.

Wasekjen PBB itu pun menyindir dengan mengatakan jika Yusril diragukan intelektualitasnya, tapi SBY membaca draf pidato buatan orang yang gak jelas intelektualitasnya.

Baca Juga: Ini Catatan sang Legendaris Sutiono Lamso untuk Persib

"Kalau intelektuakitas Yusril diragukan, kok tiga Presiden, termasuk SBY, baca pidato yang yang didraf orang yang gak jelas intelektuakitasnya? Bingung saya," ungkapnya.

Diketahui, Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Herzaky Mahendra Putra, mengatakan intelektualitas Yusril Ihza Mahendra perlu diragukan.

Hal ini sebab Yusril menggugat AD/ART Partai Demokrat dan menjadi kuasa hukum empat eks kader Demokrat.***(Yosep Saepul Ramdan)


Editor : inilahkoran