Kadin Kabupaten Cirebon Dapat Mandat Kelola MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cirebon akan diperluas. Tahun ini, Kamar Dagang dan Industri Kadin Kabupaten Cirebon mendapat mandat mengelola 20 dapur MBG, dengan target rampung hingga Juli 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cirebon akan diperluas. Tahun ini, Kamar Dagang dan Industri Kadin Kabupaten Cirebon mendapat mandat mengelola 20 dapur MBG, dengan target rampung hingga Juli 2025.
Person in charge (PIC) Program MBG Kadin Kabupaten Cirebon Surnita Sandi Winata menjelaskan, satu dapur MBG akan melayani 3.500 porsi untuk seluruh satuan tingkat pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP dan SMA. Saat ini, sudah ada 5-10 dapur yang diminati.
"Nantinya, setiap dapur akan melayani sekolah-sekolah yang berada dalam radius maksimal 2,5 km, agar distribusi makanan bisa sampai dalam waktu maksimal 30 menit,” ungkap Sandi, Minggu 25 Mei 2025.
Sandi mengungkapkan, kebutuhan total untuk mendukung program ini mencapai 128 dapur. Namun, saat ini baru lima dapur yang aktif. Dengan adanya tambahan kuota dari Kadin sebanyak 20 dapur, diharapkan realisasi MBG bisa semakin merata di wilayah Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, keberadaan dapur MBG juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Kabupaten Cirebon. Dia menilai, Ini adalah peluang emas, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja. Untuk itu, program MBG bisa mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
"rogram ini bisa menjadi solusi nyata dalam mengatasi masalah kemiskinan dan stunting di daerah. Kami optimis 20 dapur bisa terealisasi sesuai target, dan ini sejalan dengan program prioritas pemerintah," ujar Sandi.
Sementara itu, Sekretaris Pokja MBG Jawa Barat, Teguh, menyampaikan, Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan kuota MBG tertinggi secara nasional. Hingga saat ini, sudah ada 246 dapur MBG yang aktif beroperasi di berbagai daerah di Jabar.
Menurutnya, program MBG yang digagas oleh Prabowo Subianto ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui beragam jalur, mulai dari TNI, partai politik, relawan, hingga Kadin.
“Pada 7 Mei lalu, kami menghadap Deputi Bidang Kerja Sama dan Kemitraan BGN. Kami ditantang untuk membentuk minimal 20 dapur MBG di setiap kabupaten yang difasilitasi oleh Kadin,” papar Teguh.
Ia menambahkan, satu dapur MBG rata-rata menyerap 50 tenaga kerja. Artinya, program ini tidak hanya soal makanan bergizi, tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru.
"Untuk satu porsi makanan bergizi, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp15.000. Rinciannya, Rp10.000 untuk makanan utama, Rp3.000 untuk transportasi dan gaji pegawai, serta Rp2.000 untuk sewa dapur," tukasnya.
Editor : Doni Ramdhani

