Wapres Gibran Janjikan Korban Keracunan MBG akan Dapat Perawatan Terbaik

Wapres Gibran berjanji korban keracunan MBG akan mendapatkan perawatan terbaik dan dibiayai pemerintah.

Wapres Gibran Janjikan Korban Keracunan MBG akan Dapat Perawatan Terbaik
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

INILAHKORAN, Bandung - keracunan makanan dari progran Makan Bergizi Gratis (MBG) terus terjadi di beberapa daerah.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kini turun tangan untuk memastikan siswi yang keracunan MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) untuk mendapat pelayanan kesehatan dan obat-obatan terbaik.

"Kedatangan saya kemari untuk memastikan anak bapak ibu bisa sembuh dan bersekolah kembali. Mendapatkan pelayanan kesehatan dan obat-obatan terbaik," kata Wapres Gibran.

"Tadi saya datangi satu-satu, apa saja yang diperlukan. Apakah butuh rujukan ke Jakarta atau Medan, semua pasti kami penuhi," lanjutnya.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau kondisi sejumlah siswa yang keracunan MBG.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan para siswa mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal hingga kondisi mereka benar-benar pulih.

Gibran bersama Bobby kemudian mengunjungi satu per satu siswa yang menjalani perawatan di Ruang Karawang RS Efarina Etaham.

Keduanya juga berdialog dengan keluarga siswa untuk mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan mereka.

Sejumlah orangtua menyampaikan harapan agar pemeriksaan dan perawatan kesehatan lanjutan bagi anak-anak mereka dapat ditanggung pemerintah.

Gibran menanyakan secara langsung keluhan yang dirasakan para siswa dan memastikan pemerintah menanggung biaya pengobatan hingga mereka dinyatakan pulih.

Gubernur Bobby Nasution juga meminta para orang tua menyampaikan kondisi kesehatan anak-anak mereka.

Dia menugaskan Kepala Dinas Kesehatan dan perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjuti berbagai keluhan yang disampaikan keluarga siswa.

Selain penanganan medis, Pemprov Sumut memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis para siswa.***


Editor : Irma Nurfajri