Cegah Keracunan Terjadi lagi, Pengamat Minta BGN Lakukan Hal ini untuk Program MBG

Pengamat minta BGN lakukan hal ini untuk program MBG agar keracunan makanan tidak terjadi lagi.

Cegah Keracunan Terjadi lagi, Pengamat Minta BGN Lakukan Hal ini untuk Program MBG
Ilustrasi menu MBG.

INILAHKORAN, Bandung - keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kembali terjadi hingga pengamat turun tangan memberi saran.

Komunikolog, Emrus Sihombing mengusulkan agar Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penundaan atau moratorium terhadap pelaksanaan Program MBG di wilayah tertentu untuk menguji sistem yang lebih aman sebelum program kembali dijalankan secara penuh.

"Tiga bulan atau enam bulan, lalu dilakukan pilot project," kata Emrus dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Emrus mengatakan dalam proyek percontohan tersebut pemerintah dapat memetakan kebutuhan setiap wilayah secara lebih spesifik.

Persoalan penyimpanan makanan, kapasitas lemari pendingin, kebutuhan gizi anak, hingga sumber bahan pangan harus disesuaikan dengan kondisi setempat.

Setelah model tersebut dianggap aman dan efektif, Emrus menyatakan, sistem dapat diterapkan secara lebih luas. 

Emrus menilai pendekatan semacam itu penting, karena kondisi setiap daerah tidak dapat disamakan.

"Penyajian makanan di kantong kemiskinan kota berbeda dengan daerah perbatasan. Modelnya berbeda, jangan digeneralisasi," tuturnya.

Sedangkan untuk pengolahan makanan, Emrus menututkan, pemerintah dapat mempertimbangkan pemberdayaan kantin sekolah, kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), atau warung makan lokal yang memenuhi standar sebagai bagian dari ekosistem penyediaan makanan bergizi, tidak harus berpusat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Kenapa tidak diberikan ke kantin sekolah dan ibu PKK, warung nasi setempat? Jadi ada pemberdayaan ekonomi setempat. Ibu PKK itu representasi ibu kita, masak dengan hati seperti anaknya yang makan," jelasnya.

Tidak hanya itu, Emrus juga mengusulkan alternatif berupa bantuan tunai untuk kebutuhan makanan bergizi. 

Menurut dia, skema tersebut dapat mengurangi risiko keracunan sekaligus mempersempit celah penyimpangan dalam rantai pengadaan makanan.

Menurut dia, gagasan tersebut masih sejalan dengan tujuan awal Presiden Prabowo Subianto menjalankan MBG, yakni memastikan masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan, memperoleh asupan gizi yang baik.***


Editor : Irma Nurfajri