KPU Kota Tasikmalaya Sasar Pemilih Pemula Disabilitas Salurkan Hak Politik

KPU Kota Tasikmalaya terus menggiatkan pendidikan pemilih berkelanjutan dengan menyasar kelompok pemilih pemula termasuk peserta didik penyandang disabilitas.

KPU Kota Tasikmalaya Sasar Pemilih Pemula Disabilitas Salurkan Hak Politik
Suasana kegiatan pendidikan kepemiluan KPU Kota Tasikmalaya di SLB Yayasan Bahagia, Kota Tasikmalaya, Kamis (10/9/2026). (istimewa)

INILAHKORAN.ID - KPU Kota Tasikmalaya terus menggiatkan pendidikan pemilih berkelanjutan dengan menyasar kelompok pemilih pemula yang rentan, termasuk peserta didik penyandang disabilitas.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pendidikan kepemiluan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Bahagia, Kota Tasikmalaya, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KPU Kota Tasikmalaya mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang inklusif dan setara bagi seluruh warga negara.

Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kota Tasikmalaya Leisa Dera mengatakan, materi yang diberikan disesuaikan agar mudah dipahami oleh peserta didik penyandang disabilitas.

"Materi yang kami sampaikan pun ringan dan sederhana agar mudah dimengerti oleh peserta didik," kata Leisa.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga dirancang secara interaktif dengan melibatkan peserta didik dalam berbagai sesi penyampaian materi.

"Melalui kegiatan sosialisasi ini, KPU Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk memastikan bahwa informasi kepemiluan dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas," ujar Leisa, Jumat (11/9/2026).

Dia menegaskan, edukasi kepemiluan yang inklusif menjadi bagian penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang setara, aksesibel, dan berkeadilan.

Leisa menyebut keterbatasan fisik, intelektual, mental maupun sensorik bukan menjadi penghalang bagi warga negara untuk menggunakan hak politiknya.

"penyediaan informasi kepemiluan yang mudah dipahami dan dapat diakses menjadi salah satu bagian penting dalam membangun pemilu yang ramah dan inklusif," katanya.

Dia berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai kepemiluan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri dan kesadaran untuk terlibat dalam proses demokrasi.

"Kami berharap kegiatan sosialisasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan kepemiluan saja, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kesadaran peserta untuk menjadi bagian dari proses demokrasi," pungkas Leisa.


Editor : Doni Ramdhani