Miris! Dari 3.065 Perusahaan di Bandung, Baru Satu yang Rekrut Karyawan Tunanetra

Peluang kerja bagi penyandang disabilitas netra atau tunanetra di Kota Bandung masih jauh dari ideal.

Miris! Dari 3.065 Perusahaan di Bandung, Baru Satu yang Rekrut Karyawan Tunanetra
kegiatan Bandung Employment Forum For The Blind 2026 bertema Career Connect, Independent and Empowered yang digelar Yayasan Mitra Netra bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung dan PT Pijar Integra Psikologi Universitas Padjadjaran.

INILAHKORAN.ID-Peluang kerja bagi penyandang Disabilitas netra atau Tunanetra di Kota Bandung masih jauh dari ideal.

Di tengah banyaknya Tunanetra lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi dan pendidikan memadai, jumlah perusahaan yang membuka kesempatan kerja bagi mereka masih sangat minim.

Kondisi tersebut mengemuka dalam kegiatan Bandung Employment Forum For The Blind 2026 bertema Career Connect, Independent and Empowered yang digelar Yayasan Mitra Netra bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung dan PT Pijar Integra Psikologi Universitas Padjadjaran.

Forum tersebut berlangsung di Hotel Grand Asrilia, Kota Bandung, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan perdana tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan swasta, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, psikolog industri, organisasi penyandang Disabilitas hingga pemerintah daerah.

Tujuannya, mendorong terciptanya sistem Ketenagakerjaan yang lebih inklusif bagi penyandang Disabilitas netra.

Dari 3.065 Perusahaan, Baru Satu Rekrut Tunanetra

Kepala Bagian Humas dan Ketenagakerjaan Yayasan Mitra Netra, Aria Indrawati, mengungkapkan masih rendahnya penyerapan tenaga kerja Tunanetra di Kota Bandung.

Padahal, banyak penyandang Disabilitas netra di Bandung yang telah menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi dan memiliki kompetensi untuk bekerja di sektor formal.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung tahun 2025, terdapat 3.065 perusahaan yang beroperasi di Kota Bandung.

Dari jumlah tersebut, hanya 60 perusahaan yang tercatat mempekerjakan penyandang Disabilitas.

Namun, yang pernah menerima karyawan Tunanetra hanya satu perusahaan.

Bandung adalah kota di mana ada banyak Tunanetra lulusan perguruan tinggi, namun, dari data Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung tahun 2025, baru ada satu perusahaan yang pernah menerima karyawan Tunanetra. Ada yang perlu kita perbaiki di kota ini,” ujar Aria.

Menurutnya, sebagian besar perusahaan yang mempekerjakan penyandang Disabilitas lebih banyak menyerap pekerja dengan Disabilitas fisik maupun tuli.

Kondisi ini menunjukkan masih adanya keraguan dari dunia usaha terhadap kemampuan Tunanetra untuk bekerja secara profesional di sektor formal.

Mitra Netra Jadi Jembatan Pencari Kerja dan Perusahaan

Yayasan Mitra Netra ingin mengambil peran untuk menjembatani pencari kerja Tunanetra dengan dunia usaha.

Aria mengatakan Mitra Netra berupaya menghubungkan lulusan perguruan tinggi dari kalangan Tunanetra dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensi mereka.

“Di sinilah Mitra Netra ingin berperan, menjadi jembatan penghubung antara pencari kerja lulusan perguruan tinggi di Kota Bandung dengan sektor swasta yang diharapkan merekrut mereka sesuai kompetensi yang dimiliki,” katanya.

Menurut Aria, perkembangan teknologi yang semakin aksesibel seharusnya membuka kesempatan lebih luas bagi penyandang Disabilitas netra.

Teknologi memungkinkan Tunanetra bekerja di berbagai bidang yang sebelumnya mungkin dianggap sulit diakses.

Tunanetra Bisa Bekerja sebagai Programmer hingga HRD

Melalui program Diversifikasi Peluang Kerja untuk Tunanetra yang dijalankan sejak tahun 2000, Yayasan Mitra Netra telah membantu membuka akses pekerjaan bagi penyandang Disabilitas netra di berbagai bidang.

Sejumlah pekerjaan yang telah dijalani Tunanetra antara lain:

Operator telepon
Staf call center
Tenaga pemasaran
Customer service
Content writer
Staf administrasi
Staf HRD
Programmer
Software tester
Web developer
Web validator
Konselor

Hal tersebut membuktikan bahwa keterbatasan penglihatan bukan berarti seseorang tidak memiliki kemampuan untuk bekerja dan bersaing di dunia kerja formal.

Perusahaan Bagikan Pengalaman Rekrut Tunanetra

Dalam forum tersebut, sejumlah praktisi dan pelaku industri turut membagikan pengalaman mereka dalam membangun lingkungan kerja yang lebih inklusif.

Direktur Pijar Integra Psikologi Universitas Padjadjaran, Ike Marieta, memaparkan perspektif psikologi industri terkait proses perekrutan tenaga kerja Tunanetra.

Sementara CEO PT Imamatek, Agung Sachli, berbagi pengalaman mempekerjakan penyandang Disabilitas netra sebagai programmer dan software tester.

Kisah inspiratif juga disampaikan Soniya Permata Surya, sarjana Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia yang berhasil lolos seleksi ASN melalui jalur afirmasi Disabilitas.

Kini, Soniya bertugas sebagai Pranata Siaran Pratama di RRI Kota Bandung.

Selain itu, Jakarta Eye Center (JEC) dan Toyota Astra Finance turut berbagi pengalaman dalam merekrut tenaga kerja Tunanetra untuk posisi contact center dan call center.

Mitra Netra Sediakan Pendampingan Gratis bagi Perusahaan

Untuk mendorong semakin banyak perusahaan membuka kesempatan kerja bagi Tunanetra, Yayasan Mitra Netra menyediakan layanan pendampingan tanpa biaya.

Pendampingan diberikan kepada perusahaan yang ingin mulai merekrut tenaga kerja penyandang Disabilitas netra.

Layanan tersebut mencakup:

Identifikasi posisi kerja yang sesuai
Penyesuaian aksesibilitas lingkungan kerja
Pencarian kandidat sesuai kualifikasi
Pendampingan proses seleksi
Pelatihan interaksi dengan karyawan Tunanetra

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem Ketenagakerjaan yang lebih inklusif.

Mitra Netra juga ingin menghapus stigma yang selama ini masih menjadi hambatan bagi penyandang Disabilitas netra untuk masuk ke dunia kerja formal.

Ada 36 Jenis Pekerjaan yang Telah Dijalani Tunanetra

Sebagai bagian dari program tersebut, Yayasan Mitra Netra telah menerbitkan Direktori Pekerjaan Tunanetra Indonesia.

Direktori tersebut memuat 36 jenis pekerjaan yang telah dijalani Tunanetra di Indonesia.

Selain itu, Mitra Netra juga menyediakan Panduan Perekrutan Tenaga Kerja Tunanetra yang dapat digunakan perusahaan sebagai rujukan dalam membangun sistem rekrutmen yang lebih ramah dan inklusif.

Aria berharap Bandung Employment Forum For The Blind 2026 menjadi momentum bagi dunia usaha untuk mulai melihat kemampuan dan potensi Tunanetra secara lebih objektif.

“Yayasan Mitra Netra berharap semakin banyak perusahaan di Kota Bandung yang memiliki pemahaman yang tepat mengenai kemampuan, potensi dan peluang Tunanetra lulusan perguruan tinggi untuk bekerja di sektor formal,” tandasnya.

Setelah forum tersebut, Yayasan Mitra Netra berencana menyelenggarakan Bandung Job Fair For The Blind.

Kegiatan itu diharapkan dapat meningkatkan jumlah lulusan perguruan tinggi dari kalangan Tunanetra yang bekerja di sektor formal di Kota Bandung.***


Editor : JakaPermana