Kadishub Jabar : SMK Blue Bird Bisa Menjadi Role Model Perusahaan Transportasi di Jabar
Sistem manajemen keselamatan (SMK) perusahaan transportasi Blue Bird, diharapkan dapat direplikasi oleh perusahaan-perusahaan transportasi lain.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sistem manajemen keselamatan (SMK) perusahaan transportasi Blue Bird, diharapkan dapat direplikasi oleh perusahaan-perusahaan transportasi lain.
Hal tersebut, dikemukakan langsung Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat Koswara saat melaksanakan kegiatan pengecekan kendaraan angkutan di pool Blue Bird Kota Bandung, Jumat 14 Juni 2024.
"Kita melihat SMK di Blue Bird seperti apa, karena bisa saja menjadi role model untuk penyedia jasa angkutan lain. Pemeliharaan setiap kendaraan disini sudah baik. Setiap kendaraan disini memiliki riwayat pemeliharaannya," kata Koswara.
Ia menyebut, bahwa setiap kendaraan penumpang milik Blue Bird dilakukan pengecekan sebelum unit tersebut beroperasi dalam setiap harinya. Hal itu, tentu menjadi penting karena salah satu poin terkait SMK.
Di wilayah Jabar sendiri, pihaknya mengaku mayoritas perusahaan transportasi belum menerapkan sistem manajemen keselamatan. Sehingga hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi penyedia.
"Maka kita kesini untuk melakukan sample terlebih dahulu. Tahap berikutnya kita akan siapkan regulasi untuk pemeriksaan secara sistematik. Kita akan memfasilitasi para penyedia angkutan yang belum bisa mengelola usahanya dengan SMK yang baik," ucapnya.
SMK di Jabar, sambung ia seharusnya sudah dilaksanakan mulai 2018 ditambah ada peraturan menterinya. Lalu, SMK pun bisa mendukung operasional layanan yang berkeselamatan.
"Jika SMK bagus, otomatis lebih terjamin kendaraan yang dipakai konsumennya. Tentu, kita akan akselerasi para pengusaha angkutan supaya bisa memenuhi pengelolaan dengan SMK yang baik. Kita akan bertahap mana dahulu yang perlu disiapkan dari 10 elemen tadi," ujar dia.
AKBP Edwin Affandi mengaku, kepolisian menyambut baik Dishub Jabar atas apa yang dilakukan sekaligus sebagai langkah sinergitas ke depan. Pihaknya akan menggelorakan hal tersebut.
"Kita akan gelorakan di seluruh kabupaten/kota di Jabar. Jika ada yang melanggar, tentu sanksinya seperti kasus kecelakaan di Subang. Yakni pidana bagi pengusaha, dan pengelola angkutan bila tidak menyediakan angkutan dengan baik dan tertib dalam mempraktekkan SMK," kata Edwin Affandi. *** (yogo triastopo)
Editor : JakaPermana

