Kado 25 Tahun Perjalanan, Burgerkill Manjakan Begundal Lewat Gelaran Spektakuler Konser Virtual

Kemeriahan konser virtual Burgerkill bertajuk 25th Kill-versary: It Never Ends di Kala Kini Nanti, Paris Van Java Mall, Kota Bandung, Jumat 23 Desember 2022 menjadi kado indah bagi seluruh Begundal sepanjang 25 tahun perjalanan musik Burgerkill

Kado 25 Tahun Perjalanan, Burgerkill Manjakan Begundal Lewat Gelaran Spektakuler Konser Virtual

INILAHKORAN, Bandung- Kemeriahan Konser virtual Burgerkill bertajuk 25th Kill-versary: It Never Ends di Kala Kini Nanti, Paris Van Java Mall, Kota Bandung, Jumat 23 Desember 2022 menjadi kado indah bagi selurug Begundal.

Sesuai dengan pesan yang ingin disampakan melalui gelaran, It Never Ends, Konser virtual Burgerkill sekaligus menjadi pembuktian bagaimana kiprah Burgerkill dalam blantika musik Indonesia yang terus eksis dengan karya-karyanya.

Tak hanya itu, Konser virtual Burgerkill juga menjadi persembahan manis bagi para Begundal (panggilan penggemarnya) di penghujung tahun 2022.

Pasang surut memang kerap dialami setiap kelompok musik termasuk Burgerkill. Terlebih dua tahun lalu, Burgerkill ditinggal Ebenz sang formatur serta harus mengalami pergantian vokalis. Kini, Burgerkill kembali hadir dengan pengalaman yang baru, mengajak para Begundal untuk ikut merasakan pengalaman imersif melalui visual dan euforia saat Konser virtual saat itu dengan tajuk The 25th Kill-versary: It Never Ends.

Dengan dukungan Supermusic, Begundal bisa merasakan pengalaman untuk masuk ke dalam ruang dimana Burgerkill merekam konser virtualnya, sekaligus melihat perjalanan Burgerkill dari tahun ke tahun dengan environmental yang mendukung melalui immersive cinema khas Kala Kini Nanti di Paris van Java Mall Bandung pada 24 Desember 2022 hingga 4 Januari 2023.

"Event kolaborasi dengan Sembilan Matahari ini adalah moment yang sangat penting sekali mengingat 25th Anniversary Virtual Concert adalah gelaran maya yang spektakuler dan belum pernah dilakukan sebelumnya oleh Burgerkill. Konser yang dipadupadankan dengan mapping visual yang megah ini memang patut untuk dikenang," papar Ramdan Agustiana, basis Burgerkill

Agung Hellfrog selaku gitaris Burgerkill membenarkan, gelaran tersebut merupakan sesuatu yang unik, bahkan langka untuk terjadi di Bandung sendiri. Sebab sebuah band dikelilingi visual project yang bisa dikatakan besar.

"Burgerkill dan Sembilan Matahari melakukan itu dan akhirnya teman-teman dari Sembilan Matahari, Kala Kini Nanti dan Burgerkill berpikir kalau seperti ini sayang sekali kalau kita tidak berbagi experience dengan teman-teman yang lain. Makannya sekarang dibuka untuk umum supaya merasa experience-nya dan situasi dan atmosfernya pada saat Burgerkill melakukan konser musik," kata Agung Hellfrog.

Agung menambahkan,virtual concert juga didokumentasikan dalam bentuk vinyl dan DVD yang akan dirilis bersamaan dengan eksibisi ini. Tujuannya hanya untuk berbagi dengan Begundal melalui kesempatan untuk ikut masuk ke dalam set-nya.

"Vinyl yang kita rilis juga itu merupakan audio performing kita di sini dan nanti juga kita akan rilis DVD nya dari performing kita di sini yang sekarang masih ada di platform itu. Jumlahnya 10 lagu sama dengan apa yang kita putar sekarang, termasuk dengan audionya sama persis," jelasnya.

Meizan Diandra Nataadiningrat perwakilan dari Sembilan Matahari menambahkan, setidaknya ada 10 lagu dari Burgerkill yang dipilih, dan setiap lagu tersebut memiliki satu set art work atau gambar bergerak yang dibuat dari aspirasi Sembilan Matahari.

"Kita punya challenge untuk gimana caranya atmosfer yang biasanya kita lihat di panggung tapi kemudian bisa dirasakan secara visual dua dimensional yang ruang seperti ini punya kelebihan 360 derajat dan juga lainnya disorot oleh video mapping. Nah ini semoga menjadi pengalaman baru bagi penikmat Burgerkill dari sisi visual," harapnya.

Meizan mengaku, hal itu merupakan pengalaman yang luar biasa yang didapatkan pihaknya. Sebab, bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk berkolaborasi dengan Burgerkill.

"Kita juga jadi tahu betapa concern nya Burgerkill ini terhadap tidak hanya materi lagu saja, tapi juga ke performance di panggung, kemudian visual dual dimensionnya yang kita lihat dan kita merasakan sampai ke detik terakhir sebelum syuting Kala  Kini Nanti itu, masih ada perubahan yang kurang pas yang harus dimaksimalkan lagi dan itu menyenangkan sekali," ungkapnya.

Sementara itu, Tries Pondang Simbolon dari Supermusic Bandung mengatakan, Konser virtual Burgerkill merupakan momen yang membahagiakan tidak hanya untuk Burgerkill tetapi juga para Begundal

"Buat kami Supermusic bisa ambil bagian di dalam 25 tahun dari teman-teman Burgerkill dengan tema The 25th Kill-versary: It Never Ends. Ini sesuatu yang sangat baik menurut saya dan contoh buat teman-teman band lainnya untuk meraih usia 25 tahun ini pasti banyak, banyak sekali dukanya. Tapi Burgerkill hari ini menyatakan dirinya, eksistensinya masih sangat baik dengan mengadakan tadi seperti preskon, ada juga sesi dengan teman Begundal. Jadi menurut saya ini Supermusic harus ada disini," katanya.

Tries Pondang berharap, Burgerkill terus selalu bersemangat berkarya. Apalagi di 2023, Burgerkill memiliki harapan dengan ekspektasi yang tinggi.

"Bagaimana Burgerkill masih bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan di dunia metal sesungguhnya. Harapannya Burgerkill lebih dasyat lagi untuk memunculkan karya-karya mereka," harapnya.***(Muhammad Ginanjar)


Editor : Ghiok Riswoto