Kalah dari Palmeiras, Betulkah Kiper Fluminense Ini Poles Sarung Tangannya dengan Mentega?

Kiper Fluminense Fabio jadi bulan-bulanan kritik fans. Itu terjadi usai laga Fluminense vs Palmeiras di Kompetisi Serie A Brazil.

Kalah dari Palmeiras, Betulkah Kiper Fluminense Ini Poles Sarung Tangannya dengan Mentega?
Fabio, kiper Fluminense, jadi sasaran kecaman fans klubnya setelah laga Fluminense vs Palmeiras dalam lanjutan Kompetisi Serie A Brazil berakhir 1-2. (X)

INILAHKORAN, Sao Paulo – Kiper Fluminense Fabio jadi bulan-bulanan kritik fans. Itu terjadi usai laga Fluminense vs Palmeiras di Kompetisi Serie A Brazil.

Fluminense gagal mempertahankan keunggulan dan malah berbalik kandas dalam laga Fluminense vs Palmeiras 1-2 dalam laga Serie A Brazil ini.

Ini merupakan kekalahan beruntun ketiga bagi Fluminense. Sebelum kalah dalam laga Fluminense vs Palemiras ini, mereka juga menyerah di tangan Flamengo dan Cruzeiro.

Gol pertama Palmeiras yang dicetak Mauricio menarik perhatian semua orang. Setelah Ramon Sosa melakukan permainan indah di sisi kiri, pemain Paraguay itu memberikan umpan silang yang sempurna untuk disundul Maurício. 

Selain kebobolan gol lain dari situasi bola mati, Fluminense juga harus menanggung kesalahan kiper Fabio, yang menuai keluhan dari para penggemar Tricolor.

“Fabio keluar. Fluminense tidak pantas menerima omong kosong ini,” keluh seorang penggemar Fluminense. 

“Fabio memakai mentega di sarung tangannya,” sindir seorang penggemar lain, mengenang kesalahan kiper berpengalaman tersebut.

Fabio memang kiper berpengalaman. Usianya pun sudah tidak muda lagi. Dia sudah 44 tahun. Tapi, kadang-kadang, dia tak bisa menghindar dari kesalahan elementer.

“Fabio, di usia 44 tahun, telah menjalani musim yang luar biasa. Dia mencetak gol melawan tim Eropa, yang dianggap sebagai lawan potensial bagi tim nasional Brasil. Kemudian, melawan Abel Ferreira, dia justru tampil buruk,” keluh seorang penggemar Fluminense.

Kebobolan gol tersebut mendorong para penggemar Cruzeiro untuk mengenang Fabio yang pernah jadi bagian sejarah klub tersebut. Mereka mengatakan Fabio selalu melompat dari surga ke neraka dengan cepat. 

“Sungguh luar biasa bagaimana Fabio bisa melakukan penyelamatan luar biasa dan kemudian gagal dengan cepat. Dia selalu begitu. Sejak masa-masanya di Cruzeiro,” kata seorang penggemar dari Minas Gerais.

Seorang penggemar Vasco membandingkan kiper Fluminense dan kiper Vasco, Leo Jardim. Dia mengatakan keduanya membuat kesalahan bahkan ketika mereka memainkan pertandingan yang sempurna. 

“Fabio punya kekurangan yang sama dengan Leo Jardim. Dia bertahan seperti orang gila, lalu, tiba-tiba, dia melakukan kesalahan,” sang penggemar Vasco membandingkan. (*)


Editor : Zulfirman