Kalah dari Persebaya 4-0, Robert Sebut Lini Bertahan Persib Lemah
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts akui kekalahan timnya atas Persebaya Surabaya. Terlebih timnya kalah dengan skor telak 0-4 di Stadion GBT, Surabaya, Jumat malam (5/7/2019).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts akui kekalahan timnya atas Persebaya Surabaya. Terlebih timnya kalah dengan skor telak 0-4 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat malam (5/7/2019).
Padahal sebelumnya, timnya sudah optimis mampu mengejar ketertinggalan dua gol yang dilesatkan Amido Balde di menit ke-34 dan ke-44 babak pertama. Namun di babak kedua, timnya malah kebobolan dua gol tambahan yang kembali diciptakan Balde di menit ke-58 dan Irfan Jaya di menit ke-80.
"Saya pikir di babak pertama kami kembali ke ruang ganti dengan kemasukan dua gol mudah dan kami punya hasrat untuk membalikkan kedudukan di babak kedua. Tapi di 15 menit awal babak kedua kami kembali kemasukan menjadi 3-0 dengan proses gol yang sama, mereka mengeksploitasi kelemahan kami," ungkap Robert seusai pertandingan.
Pelatih asal Belanda tak memungkiri skor 4-0 itu sangat besar bagi timnya dan menjadi kekalahan terbesar dalam mengarungi Liga 1 2019. Namun hal itu wajar didapatkan karena Persebaya bermain lebih dominan dan efektif ketimbang timnya.
"Kami terlalu mudah kebobolan. Itu bukan bagian dari rencana yang disiapkan. Kami seharusnya lebih bermain bertahan dan lebih rapat di area pertahanan. Lalu kami harus berdiskusi lagi dengan tim karena itu benar-benar menjadi kelemahan kami tidak begitu cepat untuk meredam umpan terobosan Persebaya," tuturnya.
Robert pun memberikan apresiasi terhadap striker Persebaya. Amido Balde yang mampu menciptakan hattrick di laga tersebut. Padahal ia sudah melakukan persiapan untuk menjaga ketat pemain asal Bissau itu.
"Kami tahu dia punya kekuatan dalam posturnya dan pertandingan sebelumnya dia menciptakan gol penentu kemenangan 3-2 saat melawan Persela, kami tahu dia berbahaya. Kami sudah lakukan persiapan tapi kami tidak bisa mengatasi dia dan Balde mampu mengekspos kelemahan kami di area tengah pertahanan," katanya.
Namun, Robert memaklumi karena beberapa pemain bertahan Persib merupakan pemain yang baru bermain di Liga 1 2019, seperti halnya Saepuloh Maulana.
"Fabiano tidak pernah bermain bersama kami dan Jupe (Achmad Jufriyanto) juga cedera. Kami mencoba menggunakan bek tengah baru. Pekan lalu juga begitu. Tapi saya rasa itu tidak akan terjadi jika Jupe atau Fabiano yang bermain. Jadi kami harus bisa bangkit, Jupe akan kembali di laga berikutnya dan Persija berbeda dengan Persebaya yang merupakan tim yang memang bermain menyerang," tegasnya. (Muhammad Ginanjar)
Editor : suroprapanca

