Kamera Jurnalis Dirampas Saat Rusuh 'Kelompok Hitam', Ini Kata Polisi

Ketua Tim Prabu 3, Ipda Suyanto mengklarifikasi bahwa yang merampas kamera bukan dari timnya, melainkan dia yang membantu mengembalikan kamera jurnalis saat dirampas Polisi.

Kamera Jurnalis Dirampas Saat Rusuh 'Kelompok Hitam', Ini Kata Polisi
Ketua Tim Prabu 3, Ipda Suyanto mengklarifikasi bahwa yang merampas kamera bukan dari timnya, melainkan dia yang membantu mengembalikan kamera jurnalis saat dirampas Polisi./Agung Fitu Budiana

INILAH, Bandung-Ketua Tim Prabu 3, Ipda Suyanto mengklarifikasi bahwa yang merampas kamera bukan dari timnya, melainkan dia yang membantu mengembalikan kamera jurnalis saat dirampas Polisi.

"Kami mengklarifikasi pernyataan tentang kamera wartawan yang dirampas, saya yang bantu, dia kenal saya teus minta tolong, 'Komandan kamera saya diambil', saya spontan meminta Polisi mengembalikan kamera tersebut," katanya.

Setelah kamera tersebut dikembalikan, dia pun bertannya, ' kameramu aman?', dijawab aman Komandan'.

"Saya langsung menindaklanjuti kejadian yang di Jalan Dipatiukur," ucapnya.

Di kronologi yang dirilis AJI Bandung tertulis motor klx yang bernomorpolisi D 5001 TBS memang merupakan sepeda motor yang dipakai tim prabu. Dia pun meminta dipertemukan dengan Jurnalis yang menulis kronologi tersebut.

"Yang tertulis tim saya, tim prabu 3, saya jamin tidak ada langkah-langkah refresif ke media. Untuk kejadian yang lain kami tidak tahu, karena saat itu kami fokus ke kejadian, tapi tim saya jamin aman dari tindakan tersebut," tutur Suyanto.

Sebelumnya, Saat kelompok pemuda berpakaian hitam yang berbuat anarkis dan vandalisme di sekitar kawasan Dago dan Dipatiukur, Seorang Jurnalis mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh Polisi.

Berdasarkan rilis kronologi yang diterima, fotografer Tempo Prima Mulia dan jurnalis freelance Iqbal Kusumadireza (Reza) sedang meliput peringatan Hari Buruh Internasional yang berpusat di Gedung Sate.

Sekitar pukul 11.30 wib, mereka memantau pergerakan massa buruh di Jalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, terlihat keributan antara polisi dengan massa  yang didominasi berbaju hitam-hitam.

Reza dan Prima mengaku melihat massa berbaju hitam tersebut dipukuli oleh polisi. Melihat kejadian tersebut, keduanya langsung membidikan kamera ke arah kejadian tersebut. Setelah pindah lokasi untuk mengabadikan gambar yang lain, Reza tiba-tiba dipiting oleh seorang anggota polisi.(Agung Fitu Budiana)
 


Editor : JakaPermana