Kasus Bayi Diduga Tertukar di RS, Orang Tua Mengaku Dapat Intimidasi

Kasus bayi yang diduga tertukar di salah satu rumah sakit (RS) terus berlanjut. Kini, orang tua bayi mengaku mendapat intimidasi.

Kasus Bayi Diduga Tertukar di RS, Orang Tua Mengaku Dapat Intimidasi
Kasus bayi diduga tertukar di RS

INILAHKORAN, Bandung - Kasus bayi yang diduga tertukar di salah satu rumah sakit (RS) terus berlanjut. Kini, orang tua bayi mengaku mendapat intimidasi.

Orang tua bayi yang diduga tertukar di RS tersebut mengaku mendapat tekanan dari pihak rumah sakit.

Menurut pengakuan ibu bayi berinisial FS, dirinya didatangi oleh pihak RS dan diminta menandatangani surat perjanjian.

"Tekanan dari rumah sakitnya, soalnya kita nggak tahu rumah sakitnya datang ke perusahaan," kata FS.

"Kaya di-ini, kaya disuruh, buru tanda tangan hari itu juga, tanda tangan perjanjian," tambahnya.

FS menyampaikan, perjanjian tersebut merupakan perjanjian damai. Pihak RS bakal membantu membiayai tes DNA, tapi pihak rumah sakit juga meminta agar video viral diturunkan.

Tak hanya itu, pihak RS tidak menjanjikan mencarikan anaknya yang sebenarnya jika hasil tes DNA ternyata memperlihatkan jika bayi yang dikubur bukanlah anak kandung MR dan FS.

"Mereka mau bayar tes DNA asalkan dengan syarat mau take down video yang viral," ujarnya.

"Ada di situ poin-poin yang anaknya tidak akan dikembalikan jika sudah negatif, enggak ada (upaya tindak lanjut mencari bayi)," sambungnya.

Menurut perwakilan keluarga MR dan FS, bernama Angel, pihak rumah sakit juga meminta supaya penyelesaian kasus ini dilakukan secara kekeluargaan.

"Namun apabila hasil negatif atau positif itu akan diselesaikan secara kekeluargaan," pungkasnya. 


Editor : Firda Rachmawati