Bayi Bisa Terpapar Kotoran Ibu Saat Lahir Normal, Ternyata Ada Manfaatnya
Bayi yang lahir melalui persalinan normal bisa saja terpapar kotoran ibunya saat proses kelahiran. Peneliti menyebut proses alami itu justru membangun imun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - bayi yang lahir melalui persalinan normal bisa saja terpapar kotoran ibunya saat proses kelahiran. Meski terdengar menjijikkan, para peneliti menyebut proses alami itu justru membantu membangun sistem kekebalan tubuh bayi sejak hari pertama.
Mengutip The Conversation, saat bayi melewati jalan lahir, tekanan pada tubuh ibu dapat mengeluarkan sedikit feses. Dari sinilah bayi memperoleh bakteri baik dari usus ibu yang kemudian menjadi fondasi mikrobioma usus.
Mikrobioma adalah kumpulan mikroorganisme yang berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan, melatih sistem imun, sekaligus melindungi tubuh dari berbagai penyakit.
Selama ini banyak yang mengira bakteri dari vagina menjadi sumber utama mikroba pertama bayi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bakteri dari usus ibu justru lebih berperan dalam membentuk mikrobioma yang bertahan lama di usus bayi.
Meski demikian, para ahli menegaskan hal ini bukan berarti orang tua boleh sengaja mengoleskan kotoran ke tubuh atau wajah bayi. Tindakan tersebut berisiko menyebabkan infeksi serius karena sistem kekebalan bayi baru lahir masih sangat lemah.
Proses pembentukan mikrobioma kemudian berlanjut melalui ASI. Selain mengandung nutrisi, ASI juga memiliki oligosakarida, yaitu zat yang menjadi makanan bagi bakteri baik seperti Bifidobacterium. Bakteri ini membantu menjaga kesehatan usus dan mendukung perkembangan sistem kekebalan tubuh bayi.
Pada kondisi tertentu, proses alami tersebut bisa terganggu, misalnya akibat operasi sesar atau penggunaan antibiotik. bayi yang lahir melalui operasi sesar tidak mendapatkan paparan bakteri dari jalan lahir maupun usus ibu sehingga komposisi mikrobiomanya berbeda.
Beberapa penelitian menunjukkan kondisi itu berkaitan dengan meningkatnya risiko asma dan dermatitis atopik pada masa kanak-kanak. Namun, para peneliti menegaskan operasi sesar dan antibiotik tetap menjadi pilihan yang tepat bila diperlukan demi keselamatan ibu dan bayi.
Pengetahuan tentang mikrobioma kini juga dimanfaatkan dalam perawatan bayi prematur. Pemberian probiotik yang mengandung Bifidobacterium terbukti dapat menurunkan risiko enterokolitis nekrotikans, yakni penyakit serius yang menyerang usus bayi prematur.
Para peneliti menyimpulkan, proses persalinan bukan sekadar melahirkan bayi, tetapi juga menjadi awal terbentuknya bakteri baik yang berperan penting bagi kesehatan anak hingga dewasa.
Editor : Doni Ramdhani

