Kasus Covid-19 di Kota Bogor Molanjak Setelah Beberapa Acara Besar

Setelah ada beberapa event besar dalam rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB), angka kasus harian positif Covid-19 di Kota Bogor perlahan mulai mer

Kasus Covid-19 di Kota Bogor Molanjak Setelah Beberapa Acara Besar
Wali Kota Bogor Bima Arya
 
INILAHKORAN, Bogor - Setelah ada beberapa event besar dalam rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB), angka kasus harian positif Covid-19 di Kota Bogor perlahan mulai merangkak naik.
 
Terbaru angka positif Covid-19 Kota Bogor pada Rabu (16/6/2022) mencapai 20 penambahan kasus positif, diketahui di Kota Bogor bertahan di angka nol dan paling banyak lima kasus perhari.
 
Saat dikonfirmasi, Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku optimis tidak ada lonjakan gelombang baru kasus positif Covid-19 di Kota Bogor.
 
 
"Kami menunggu sampai minggu kedua bulan Juli 2022. Ya, saat ini data menunjukan memang semakin naik dan melonjak. Meskipun data menunjukan ada kenaikan, Pemkot Bogor sudah mempunyai sistem yang sudah terstruktur untuk tetap mengendalikan Covid-19 di Kota Bogor," ungkap Bima Arya kepada INILAH pada Rabu (16/6/2022) sore.
 
Bima melanjutkan, selain sudah mempunyai sistem, di Kota Bogor terus menggencarkan vaksin. Dirinya juga mengimbau agar masyarakat tidak terlalu cepat memutuskan membuka masker di dalam ruangan. 
 
"Ya, kalau dil uar ruangan lebih aman saya kira. Kalau di dalam masih pakai. Vaksin kami dorong terus," terangnya.
 
 
Senada dengan Bima Arya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan, akan terus lakukan pengamatan terhadap kasus harian yang saat ini mulai merangsek naik. Karena, pasca Idul Fitri 2022 diamati ternyata bisa terkendali, bahkan kasus penambahan sampai nol. Dalam seminggu terkhir ini kasus mulai 5-10, Nah kemarin sudah mencapai 15-20 kasus perhari.
 
"Untuk sistem penanganan, saat ini kesiapan rumah sakit dalam kondisi yang aman. Untuk BOR aman. Tidak ada peningkatan. Yang perlu ialah gencarkan booster," terangnya.
 
Saat ditanya apakah ada peningkatan kasus dampak dari beberapa event besar di Kota Bogor dalam rangka HJB 540 kemarin, Retno, menyatakan belum bisa menyimpulkan apa yang mendasari lonjakan kali ini.
 
 
"Kami untuk menentukan angka kasus kan harus diperiksa. Kalau itu belum bisa disimpulkan, karena kami kan tidak bisa menghilangkan si virus ini. Tetep ada paling tidak, kami bisa mengendalikan angka penambahan. Yang penting angka kematian tidak meningkat. Untuk yang terpapar saat ini, mayoritas memang tanpa gejala," pungkasnya.***


Editor : inilahkoran