Kasus Kekerasan Anak di Tasikmalaya Meningkat, KPAID: Kesadaran Melapor Semakin Baik

KPAID Kota Tasikmalaya menyebut kesadaran masyarakat untuk melapor kasus kekerasan terhadap anak semakin meningkat

Kasus Kekerasan Anak di Tasikmalaya Meningkat, KPAID: Kesadaran Melapor Semakin Baik
Backdrop Tema Hari Anak Nasional 2026. KPAID menyebut kasus kekerasan anak di Tasikmalaya meningkat seiring dengan banyaknya laporan masuk. Foto N Nurohman/Inilahkoran

INILAHKORAN.ID – Komisi Perlindungan anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya mencatat tren kasus kekerasan terhadap anak terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga Juni 2026, laporan yang masuk ke KPAID telah mencapai lebih dari 37 kasus.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan peningkatan jumlah kasus tidak selalu bermakna negatif. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan yang terjadi.

"Di Kabupaten Tasikmalaya meningkat. Salah satu indikatornya adalah tercipta sebuah kesadaran dari warga masyarakat untuk melapor. Peningkatan kasus kekerasan tidak serta-merta berkonotasi negatif," katanya saat peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Gedung Islamic Center Singaparna, Rabu (22/7/2026). 

"Justru saya berpikir ini positif, karena infrastruktur untuk melakukan pelaporan sudah tersedia sehingga negara dan pemerintah bisa hadir ketika terjadi kekerasan," tambahnya.  

Ato mengungkapkan, kasus yang paling banyak ditangani masih didominasi kekerasan seksual, baik dengan anak sebagai korban maupun sebagai pelaku.

Ia juga menyebut sekitar 82 persen pelaku kekerasan terhadap anak merupakan orang terdekat korban, seperti ayah kandung, ayah sambung, kakak, maupun anggota keluarga lainnya.

Momentum Hari Anak Nasional 2026 dimanfaatkan KPAID untuk mengedukasi anak dan orang tua mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak. 

Edukasi tersebut dikemas melalui berbagai kegiatan, mulai dari penampilan kreativitas anak, permainan edukatif, hingga sosialisasi yang melibatkan berbagai pihak.

"Kami mencoba memberikan edukasi yang baik kepada anak-anak karena hari ini komunikasi dan sarana untuk melapor sudah semakin terbuka," Pungkas Ato.


Editor : Ahmad Sayuti