KBB-TP PKK Jabar Cegah Stunting di Hari Cuci Tangan Sedunia
Unilever Indonesia Foundation bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat gelar Siaran Keliling (Sarling).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung Barat - Unilever Indonesia Foundation bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat gelar Siaran Keliling (Sarling) di Posyandu Mawar 15, Desa Ciburuy, Padalarang, Rabu (16/10/2019).
Kegiatan tersebut merupakan acara tahunan dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia bekerja sama dengan Lifebouy sebagai pemegang merek sabun kesehatan keluarga Indonesia. engusung tema 'Antar Anak Sehat Indonesia' kegiatan ini memberikan edukasi tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun sebagai salah satu upaya untuk mencegah stunting pada anak.
Tak hanya itu, peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Barat Yuyun Yuningsih dan Sonya Fatmala, istri Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan. Keduanya tampak kompak dengan mengenakan busana yang senada.
Head of Skin Cleansing and Baby Unilever Indonesia Maulani Affandi menuturkan, berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tahun 2018 tercatat 29,9 persen atau 2,7 juta lebih balita di Jawa Barat yang terkena sunting. Maka dari itu, di Hari Cuci Tangan Sedunia tahun ini, pihaknya ingin menciptakan lingkungan yang sehat, khususnya bagi anak.
"Di Indonesia, kita target menjangkau lebih dari 100 juta tangan sehat di tahun 2020. Hingga tahun 2019, edukasi cuci tangan pakai sabun oleh Lifebouy sudah menjangkau 99 juta tangan sehat. Bekerja sama dengan TP PKK Pusat pada tiga tahun terakhir, melalui Mothers Programme, Lifebouy berhasil menjangkau lebih dari 500.000 ibu di Indonesia," tutur Maulani.
Dia melanjutkan, upaya lain yang dilakukan dalam pencegahan stunting ini, pihaknya pun berkolaborasi dengan TP PKK Pusat dengan mengadakan pelatihan CTPS (cuci tangan pakai sabun) bagi 800 kader di delapan kabupaten sebagai pembiasaan PHBS dalam pilar sanitasi untuk cegah stunting.
"Kita sadar bahwa untuk membuat ekosistem yang sehat bagi anak baik di rumah, sekolah, rumah sakit, dan lingkungan masyarakat lainnya, butuh kerja sama dan kontribusi dari semua pihak. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama antar anak Indonesia ke sekolah," ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Jabar Atalia Praratya yang turut hadir sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena dalam hal ini Pemprov Jabar sangat peduli terhadap upaya pencegahan dan penurunan stunting.
"Kasus stunting di Jawa Barat ini mencapai 29,2 persen. Untuk di Kabupaten Bandung Barat mencapai angka 36,9 persen dan wilayah Kecamatan Padalarang ini cukup tinggi, ada 38 kasus dan 19 di antaranya adalah keluarga prasejahtera," ujar Atalia.
Artinya, lanjut Atalia, bahwa kasus stunting itu tidak saja berkaitan secara langsung dengan kondisi ekonomi, tapi berkaitan dengan pemahaman pola asuh, pola makan, dan termasuk sanitasi. "Nah saat ini banyak masyarakat yang merasa bahwa pentingnya terkait dengan mencegah stunting itu hanya dari pola makan," katanya.
lebih lanjut Atalia menerangkan, masyarakat masih berpikir tentang bagaimana memberi protein terbaik memberi gizi atau memberikan ASI dan lain sebagainya. Tapi kita lupa bahwa sanitasi juga menjadi bagian terpenting dari bagaimana untuk melakukan cegah stunting.
"Nah, kita sekarang bekerja sama dengan Unilever mengampanyekan bagaimana pentingnya cuci tangan pakai sabun," terangnya. Atalia mengaku, pihaknya telah menggulirkan berbagai program dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengupayakan target sasaran 2023 zero stunting, zero new stanting.
"Target berkaitan dengan pencegahan stunting itu mulai lonceng di akhir 2018. Jadi tahun ini kami belum lakukan lagi survei lanjutan tapi kami sangat percaya bahwa program-program ini bisa kami lakukan dengan baik,"ujar Atalia.
Atalia mengatakan, dalam kegiatan Sarling ini pihaknya hanya ingin hadir di tempat yang betul-betul memiliki kasus dan permasalahan lainnya, agar pihaknya bisa lebih memperhatikan dan menemukan solusinya bersama-sama.
"Kita sudah sampai 10 titik kabupaten/kota. Jadi ini adalah kabupaten yang ke-10 yang kami datangi Insya Allah ke depannya masih ada sisa sekitar 17 lagi. Dan pada intinya pada tahap pertama Sarling itu kita datangi setiap kabupaten kota cari tempat yang paling membutuhkan banyak dukungan," tandas Atalia. (Agus SN)
Editor : suroprapanca

