Keberanian Antarkan Taufik Menjadi Ketua Forum SMK Se-Jabar
Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun ke lautan yang dalam. Ungkapan Presiden Pertama Indonesia Soekarno itu tepat untuk menggambarkan tekad siswa SMKN 4 Padalarang, Mochammad Taufiq Firmansyah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun ke lautan yang dalam. Ungkapan Presiden Pertama Indonesia Soekarno itu tepat untuk menggambarkan tekad siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Padalarang, Mochammad Taufiq Firmansyah sebagai calon pemimpin bangsa. Mengemban peran sebagai Ketua Forum Organisasi Siswa Intra-Sekolah (OSIS) SMK se-Jabar, ia mengaku awalnya hanya bermodal keberanian.
Saat itu, kata Taufiq membuka cerita, tepatnya pada Workshop Ketua OSIS SMK yang digelar Bidang Pembinaan SMK Disdik Jabar pada akhir 2018, di pengujung pelatihan, panitia acara meminta perwakilan siswa dari 13 wilayah untuk berani ke depan.
Meski belum ada instruksi yang jelas, Taufiq pun maju bersama dua belas siswa lainnya. "Padahal, panitia belum bilang lebih jelas buat apa. Tapi, saya beraniin maju," tuturnya, dikutip dari laman resmi Disdik Jabar, Selasa (20/1/2020).
Ternyata, seluruh siswa yang berani maju diinstruksikan untuk berorasi dengan tema "Seandainya Terpilih sebagai Ketua Umum Forum OSIS SMK". Taufiq pun terkejut karena ia sama sekali tak menyiapkan apa-apa. Namun, keberaniannya menjadi penguat agar dirinya tidak menyerah.
Tak seperti dua belas siswa lainnya yang berorasi lama dan penuh retorika, Taufiq lebih memilih cara yang berbeda, berorasi dengan singkat, padat, dan jelas. "Mari kita ciptakan OSIS SMK yang BISA, yakni berprestasi, inovatif, smart, dan agamis," tuturnya.
Tak diduga, orasi singkatnya tersebut menjadi daya tarik para peserta. Sebanyak 60% peserta memberikan suaranya kepada Taufiq. "Teman-teman bilang, pidatonya jelas meski tanpa harus panjang lebar," ungkapnya.
Bergerak Cepat via Media Sosial
Menerima tanggung jawab sebagai Ketua OSIS SMK Se-Jabar, menuntut Taufiq, bergerak cepat menyusun program yang akan dibuat. Para pengurus dan anggota forum yang tersebar di seluruh kabupaten/kota menjadi tanggung jawab, sekaligus tantangan yang harus ia hadapi. Beruntung baginya yang lahir sebagai generasi Z, ia bisa mengandalkan media sosial sebagai jembatan komunikasi.
"Kita langsung bikin grup WhatsApp. Kita susun struktur organisasi dan menyusun program melalui rapat online setiap malam," ucap siswa jurusan teknik kimia industri tersebut.
Taufiq mengaku, ia dan teman-temannya sempat pesimis pada masa depan forum tersebut. Selain terkendala praktik kerja lapangan (PKL), sebagian pengurus pun satu per satu mengundurkan diri. Di sanalah kepemimpinan Taufiq kembali diuji.
"Saya bersyukur karena didukung pengurus lainnya. Akhirnya, kita berupaya membentuk kembali, merangkul teman-teman yang mau bergabung di kepengurusan ini," ujar siswa yang gemar membaca buku motivasi tersebut.
Upayanya pun membuahkan hasil. Didukung Pembina OSIS SMKN 1 Sukabumi, Rully Faturachman yang diberi mandat sebagai Pembina Forum OSIS SMK se-Jabar, forum ini dikukuhkan oleh Kepala Dinas Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika pada pertengahan Desember 2019.
Taufiq mengaku banyak mendapat manfaat dari berorganisasi, khususnya dalam peningkatan soft skills. "Kita jadi mudah berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain. Ini terasa saat saya praktik kerja lapangan di industri. Ketika berhadapan dengan pembina dan pekerja di tempat kerja, kita jadi lebih mudah komunikasi dan enggak canggung karena sudah terbiasa," tuturnya.
Dari sini, Taufiq mungkin telah mendapatkan mutiara dari hasil kerja kerasnya. Namun, masih banyak lautan yang harus ia selami guna mendapatkan mutiara yang lebih besar dan berkilau, yakni berperan menjadi pemimpin bangsa ini kelak. (sur)
Editor : suroprapanca


