Kebun Binatang Bandung Tanggapi Dugaan Stres Satwa dengan Sistem Pemberian Makan Variatif

Dugaan sejumlah satwa mengalami stres di Kebun Binatang Bandung memunculkan kontroversi di tengah perhatian publik. 

Kebun Binatang Bandung Tanggapi Dugaan Stres Satwa dengan Sistem Pemberian Makan Variatif
Laporan dari Geopix pada pertengahan Januari 2026 menyebutkan, beberapa satwa termasuk orangutan, monyet hitam dan gajah yang ada di Kebun Binatan Bandung membutuhkan evaluasi mendesak terkait pemeliharaannya. (adam husein)

INILAHKORAN.ID - Dugaan sejumlah satwa mengalami stres di Kebun Binatang Bandung memunculkan kontroversi di tengah perhatian publik. 

Laporan dari Geopix pada pertengahan Januari 2026 menyebutkan, beberapa satwa termasuk orangutan, monyet hitam dan gajah yang ada di Kebun Binatan Bandung membutuhkan evaluasi mendesak terkait pemeliharaannya.

Dugaan itu menjadi sorotan karena berkaitan dengan kesejahteraan hewan dan praktik pengelolaan Kebun Binatang Bandung.

Menanggapi hal tersebut, Marketing Komunikasi Kebun Binatang Bandung Sulhan Syafi’i menegaskan pihak kebun binatang telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga kesehatan dan aktivitas satwa.

“Kami punya tim yang menangani hal-hal seperti itu. Kami menggunakan metode enrichment atau pengayaan untuk satwa. Misalnya ketika memberi makan, kami tidak memberikannya di satu titik tetap. Tapi di lokasi yang berbeda-beda supaya satwa memiliki kegiatan lebih banyak,” kata Sulhan Syafi'i pada Rabu 21 Januari 2026.

Ia menjelaskan, metode pemberian makan yang bervariasi tersebut bukan sekadar formalitas. Melainkan bagian dari penyesuaian satwa liar dengan kondisi kandang.

“Misalnya, gajah. Di alam liar, gajah biasa berjalan sekitar 20 kilometer per hari untuk mencari makan. Bayangkan, kalau mereka berada di kandang, tentu aktivitasnya jauh berkurang. Jadi perlu penyesuaian yang banyak. Enrichment dilakukan untuk memaksimalkan aktivitas satwa di kandang,” ucapnya.

Terkait tudingan satwa kekurangan makanan, Sulhan menegaskan kondisi makanan satwa sudah terjaga. 

“Gajah kami, setiap hari makan sekitar 150 kilogram rumput ditambah makanan lain. Kami bahkan mengontrol pemberian makan supaya tidak obesitas,” ujar dia.

Ia juga menekankan keterbukaan manajemen terhadap kritik dari pihak luar. 

“Kami terbuka terhadap masukan. Semua kritik kami perbaiki, dan sistem pengelolaan terus diperbarui. Saat memberi makan, metode selalu berbeda setiap hari agar satwa tetap aktif dan sehat,” jelasnya.

Saat ditanya apakah semua satwa di Kebun Binatang Bandung dalam kondisi sehat, Sulhan menegaskan dalam kondisi sehat, 

“Sehat. Kami memiliki tim dokter, dan BKSDA juga terlibat dalam pengawasan," tandas dia.


Editor : Doni Ramdhani