Kecamatan Rongga Terdampak Longsor, BPBD KBB Segera Lakukan Kajian Geologi

BPBD KBB segera lakukan kajian geologi untuk menangani beberapa daerah terdampak longsor di Kecamatan Rongga.

Kecamatan Rongga Terdampak Longsor, BPBD KBB Segera Lakukan Kajian Geologi
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KBB, Duddy Prabowo.
INILAHKORAN, Ngamprah - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB berencana melakukan kajian geologi terhadap rumah terdampak longsor dan banjir bandang di Kampung Cilengkong RT01/ RW17, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga.

Pasalnya, hingga saat ini BPBD KBB bersama aparat gabungan masih melakukan evakuasi guna membuka akses jalan yang tertutup material longsor di Kecamatan Rongga itu.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KBB, Duddy Prabowo mengatakan, beberapa titik jalan di kawasan Kecamatan Rongga sudah terbuka, namun memang ada dua titik jalan yang terputus total.
 
Baca Juga: Bagus Maulana Muhammad Bakal Kawal Pembangunan Infrastruktur Kota Bogor

"Jadi harus membuat jalan baru karena tidak bisa dilalui warga," katanya saat ditemui, Rabu 20 April 2022.

Sejauh ini, jelas dia, warga yang berada di rumah terancam longsor susulan  masih diungsikan ke rumah kerabatnya yang tidak jauh dari tempat tinggalnya saat ini.

"Kurang lebih ada sepuluh rumah yang rusak berat. Oleh karena itu, sebagian warga terdampak mengungsi," jelasnya.
 
Baca Juga: Sambil Membawa Uang, Rizky Billar dan Lesty Kejora Penuhi Panggilan Pemeriksaan di Bareskrim Polri

Ia mengaku, pihaknya bakal segera melakukan kajian geologi untuk memastikan kontur tanah kawasan tersebut masih aman dihuni.

"Kita tunggu rekomendasinya seperti apa dan kita bakal tindaklanjuti bersama," ujarnya..

Terpisah, Kepala Desa Sukaresmi Judin Setiawan mengatakan, pihaknya berharap ada bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) KBB untuk membantu membuka akses jalan yang tertutup longsor sehingga bisa dilalui lagi oleh kendaraan bermotor.
 
Baca Juga: Properti Ditinggal Mudik, Polrestabes Bandung Pelototi Rumah Kosong Hingga Bank

"Hingga saat ini belum ada bantuan dari Pemda KBB, jadi kita dari awal kejadian itu secara manual semuanya. Sedangkan di sini kita serba kesulitan, apalagi sedang bulan puasa," ujarnya. *** (agus satia negara).
 
 
 


Editor : inilahkoran