Kedelai Naik, Perajin Tahu Cibuntu Manaikkan Harga Tahu
Perajin tahu di Sentra Tahu Cibuntu mulai hari ini menaikkan harga tahu per papan sebesar Rp2 ribu atau sebungkus naik seribu rupiah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Naiknya harga kedelai, membuat perajin tahu di Sentra tahu Cibuntu, Kota Bandung menaikkan harga mulai, Selasa (31/3). harga tahu per papan yang awalnya Rp60 ribu menjadi Rp62 ribu.
Ketua Paguyuban Pengrajin tahu dan Tempe Jawa Barat Muhammad Jamaludin mengatakan kenaikan harga tak hanya dipicu naiknya harga kedelai jadi Rp10 ribu per kilogram, tapi juga bahan-bahan produksi tahu lainnya, seperti salah satunya plastik.
"naik Rp2 ribu, karena bahan-bahan naik, kedelai naik, plastik paling tinggi naiknya," kata dia saat ditemui di sentra tahu Cibuntu, Selasa (31/3/2026).
Jamaludin mengatakan harga bahan baku tahu yaitu kedelai merek bola naik menjadi Rp10.600 hingga Rp 10.700 per kilogram. Sedangkan kedelai merek Kanada di angka Rp 10.300 per kilogram.
"Naiknya tinggi normalnya Rp8 ribuan. Sekarang Rp10 ribu lebih," kata dia.
Ia menduga, kenaikan harga kedelai dan bahan lainnya disebabkan dampak perang timur tengah Iran-Amerika. Selain itu, harga plastik pembungkus tahu pun mengalami kenaikan.
"Ngaruh, ngaruh besar karena kan seperti plastik, biji plastiknya dari luar. kedelai juga dari impor. kedelai, impor Amerika kebanyakan, terus Kanada juga ada," kata dia.
Jamaludin tidak menutup kemungkinan, harga tahu bakalan kembali meroket karena adanya wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Kalau harga BBM naik kemungkinan nyampe Rp 65.000 per papan," kata dia.
Ia menambahkan pihaknya dapat melakukan mogok apabila harga kedelai dan tahu tidak terkendali. Sebab pengrajin tahu akan mengalami kerugian signifikan.
Salah seorang penjual tahu Yanto (50 tahun) mengaku sudah mendapatkan kabar kenaikan harga tahu per papan. Ia pun berencana menaikkan harga tahu yang akan dijual ke konsumen.
"Paling naik dari Rp12 ribu satu bungkus, sekarang jadi Rp13 ribu," kata dia.
Editor : Ahmad Sayuti

