Kedua Paslon Bupati Bandung Tabur Janji Manis Visi Misi pada Debat Perdana di Hotel Sutanraja tadi Malam
Janji manis kedua pasangan calon (Paslon) Bupati Bandung dan Wakil Bupati Bandung 2024 mengawali debat perdana Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) serentak 2024, pada Rabu 29 Oktober 2024 malam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang - janji manis kedua pasangan calon (paslon) Bandung'>bupati bandung dan Wakil Bupati Bandung 2024 mengawali debat perdana Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) serentak 2024, pada Rabu 29 Oktober 2024 malam.
Pada sesi pertama, Paslon nomor urut 1 Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan dan paslon nomor 2 Dadang Supriatna-Ali Syakieb memaparkan visi misi mereka, tentunya dengan janji manis untuk membangun Kabupaten Bandung lebih baik kedepannya.
Paslon nomor urut 1, Sahrul Gunawan dan Gun Gun Gunawan terlebih dulu memaparkan visi misi mereka.
Adapun visi misinya yakni Bandung Menawan, Terwujudnya, yang maju edukatif, nyaman, agamis, wibawa, adil dan nyata (Menawan).
Kemudian dilanjutkan paslon nomor urut 2, Dadang Supriatna - Ali Syakieb dengan waktu yang sama yakni 4 menit untuk memaparkan visi-misi mereka seperti di periode sebelumnya, yakni Terwujudnya Kabupaten Bandung Lebih Bedas, Maju, Dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas.
Kemudian, pada segmen kedua, dalam debat pertama calon Bupati Bandung, kedua paslon saling mengemukakan pandangan mengenai ekonomi inklusif dan pelayanan publik seperti yang ditanyakan oleh panelis.
Sahrul Gunawan, menekankan pentingnya digitalisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung.
“Seperti di wilayah Rancaekek, yang dekat dengan industri, kita harus mengaktifkan digitalisasi. Ini penting agar Karang Taruna dan RW berperan lebih aktif,” kata Sahrul.
Calon Bupati nomor urut 2 Dadang Supriatna, menanggapi pernyataan Sahrul Gunawan, Dadang menjawab jika jawaban paslon nomor 1 itu "tidak nyambung" atau tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan oleh panelis. Kata Dadang, ekonomi inklusif memerlukan pelatihan bagi masyarakat.
“Ekonomi inklusif harus disertai pelatihan yang menyeluruh. Mulai dari digitalisasi hingga keterampilan lainnya. Kita perlu menyiapkan SDM yang mampu menghadapi tantangan zaman,”katanya.
Sahrul pun kemudian membalas dengan kritik terhadap serapan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang menurutnya tidak mencerminkan kondisi nyata karena tidak sesuai dengan capaian dilapangan.
“Banyak yang kebingungan, termasuk saya, karena data di lapangan tidak sesuai dengan capaian yang disampaikan Kang Dadang,” ujarnya.
Tak hanya itu, debat pun berlanjut dengan pembahasan mengenai pelayanan publik. Dalam pernyataan ini Dadang mengungkapkan bahwa Kabupaten Bandung merupakan daerah rawan bencana, dan sosialisasi mitigasi bencana perlu dilakukan.
“Masyarakat harus memahami penanggulangan bencana, bukan hanya sekedar merespons saat bencana terjadi,” katanya.
Sementata itu Sahrul mnyebutkan bahwa mitigasi bencana harus melibatkan berbagai pihak.
“Sistem Pentahelix perlu dioptimalkan, termasuk peran NGO. BPBD juga harus ditingkatkan kemampuannya agar lebih cepat dalam memberikan data dan informasi,” ujarnya.
Dibidang pariwisata, Sahrul Gunawan, yang selama 3,5 tahun menjabat sebagai wakil Bupati, menyoroti bahwa program 100 Desa Wisata yang digagas oleh Dadang Supriatna tidak berjalan efektif.
“Program ini ada tetapi tidak diimbangi dengan infrastruktur yang memadai. Anggaran yang terbatas dan minimnya pembangunan infrastruktur menjadi penghambat utama,” katanya.
Sahrul juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang mendukung ekonomi kreatif. Terlebih pada 2019 ia berharap akan program tersebut namun pada kenyataannya tidak ada.
“Selama ini kita terlalu mengandalkan BumDes, tapi hasilnya tidak optimal. Kita perlu membangun ekosistem yang baik dengan melibatkan berbagai event untuk mendukung pariwisata,”ujarnya.
Menanggapi kritik tersebut, Dadang Supriatna berkomitmen untuk mewujudkan implementasi nyata dalam sektor pariwisata. Ia mengusulkan pembangunan tol baru dan pelebaran ruas jalan di daerah wisata seperti Ciwidey dan Pangalengan.
“Saya juga akan mengundang duta luar negeri untuk melihat potensi pariwisata kita dan memanfaatkan media sosial untuk promosi,” ujarnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

