Pengamat Nilai Debat Publik Belum Banyak Bantu Dongkrak Elektabilitas Paslon

Pengamat politik sekaligus Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Muradi menilai, sejauh ini debat publik belum banyak membantu mendongkrak elektabilitas msaing-masing pasangan calon paslon.

Pengamat Nilai Debat Publik Belum Banyak Bantu Dongkrak Elektabilitas Paslon
"Saya kira maksimal (hanya) 5 persen kalau ada perubahan, terkecuali kalau ada peristiwa yang luar biasa yang kemudian membuat elektabilitas mereka (paslon) pada akhirnya terkoreksi," kata Muradi baru-baru ini. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Pengamat politik sekaligus Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Muradi menilai, sejauh ini debat publik belum banyak membantu mendongkrak elektabilitas msaing-masing pasangan calon paslon.

"Saya kira maksimal (hanya) 5 persen kalau ada perubahan, terkecuali kalau ada peristiwa yang luar biasa yang kemudian membuat elektabilitas mereka (paslon) pada akhirnya terkoreksi," kata Muradi baru-baru ini.

Secara keseluruhan, kata dia, pembahasan materi yang diangkat para panelis dinilai belum cukup mendalam sehingga debat publik lebih cenderung berjalan normatif.

"Akhirnya, secara overall, saya menangkapnya enggak terlalu dalam, banyak yang kemudian pendalaman materinya juga umum saja, tidak bisa mewakili entitas dari perdebatan itu sendiri," ucapnya.

"(Artinya) tidak terlalu cukup bisa mengangkat mengangkat hasil debat publik," imbuhnya.

Sebab itu kata Muradi, tidak heran bila banyak yang berpendapat debap publik yang dilaksanakan di beberapa daerah berlangsung monoton.

"Iya dan itu yang kemudian terjadi, kalau sekedar paham saja, sedangkan seharuanya debat itu bisa lebih mendalami, program dan visi misi dari para paslon," kata dia.

Hal senada diungkapkan pengamat politik Firman Manan dimana sejauh ini hasil debat belum membantu banyak dalam meningkatkan elektabilitas

"Walau pun kembali, apakah debat bisa berpengaruh? Tentu bisa, tapi tidak signifikan ya," kata dia

Para paslon, kata dia, harus berupaya menonjolkan keunggulan terbaik dari mereka untuk mendapatkan perhatian masyarakat.

"Intinya kandidat harus memproyekasikan diri bahwa dia layak baik untuk menjadi Bupati, Wali Kota dan Gubernur dibandingkan kandidat yang lain,"

Namun, secara umum Firman menegaskan acara debat belum berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas para paslon


Editor : Doni Ramdhani