Ini Respon KPU Jabar, Soal Keluhan Paslon Terkait Terbatasnya Waktu Debat
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jabar Hedi Ardia menerangkan, estimasi waktu yang diberikan dalam debat publik perdana Pilgub Jabar tersebut sejatinya telah disesuaikan secara matang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gelaran debat publik perdana menuai kritik dari pasangan calon, salah satunya Jeje Wiradinata.
Dimana dalam debat publik perdana yang digelar di Grha Sanusi Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Senin 11 November 2024, waktu yang diberikan cukup terbatas, antara 180 menit dan 45 detik.
Merespon hal ini, Ketua KPU Provinsi Jawa Barat Ummi Wahyuni mengaku hal tersebut akan menjadi catatan dalam evaluasi.
Terutama mengenai tidak maksimalnya waktu bagi para kontestan menyampaikan gagasannya, lantaran terganggu keriuhan keramaian penonton yang hadir.
Terlepas dari itu, pihaknya mengaku puas karena pelaksanaan debat publik perdana berjalan kondusif sesuai harapan.
"Kami memahami terkait waktu. Kendala teknis, kami akan lakukan perbaikan," ujar Ummi baru-baru ini.
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jabar Hedi Ardia menerangkan, estimasi waktu yang diberikan dalam debat publik perdana Pilgub Jabar tersebut sejatinya telah disesuaikan secara matang.
Dimana ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan, salah satunya mengukur tingkat kejenuhan masyarakat yang menyimak.
"Total kita habis hampir 3 jam. Kebayang kalau kita nambah waktu lagi. Kita ukur tingkat konsentrasi masyarakat. Kalau lebih banyak, mereka pasti bosan. Tapi itu kita akan perbaiki lagi," ucapnya.
Sebelumnya Jeje menilai, waktu debat yang diberikan terbilang singkat, sehingga pihaknya tidak maksimal dalam menyampaikan program kepada masyarakat.
Dia berharap, ada evaluasi terkait estimasi waktu dalam pelaksanaan debat selanjutnya yang akan dilakukan di Kota Cirebon, 16 November mendatang.
"Menurut saya perlu dievaluasi kembali, baik durasi atau pola. Kan debat ini menjadi referensi masyarakat Jawa Barat untuk memilih," ungkapnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

