Kehadiran UTBK Capai 94,39 Persen
Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTPMT) Budi Prasetyo Widyobroto mengatakan, daftar kehadiran peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN 2021 mencapai 94,39 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTPMT) Budi Prasetyo Widyobroto mengatakan, daftar kehadiran peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN 2021 mencapai 94,39 persen.
"Ini merupakan angka tertinggi selama dua tahun yang lalu 2019 dan 2020. Dan kalau kita lihat, jumlah peserta yang hadir sekitar 678. 951 peserta. Kami mencatat tingkat kehadiran tahun lalu hanya berkisar 87 persen," ucap Budi, di saat meninjau pelaksanaan UTBK SBMPTN di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Sabtu (1/5/2021).
Menurut Budi, di periode UTBK tahun ini tidak ada relokasi atau tes ulang bagi peserta yang tidak hadir pada saat jadwal pelaksanaan. Peserta sejak awal sudah tahu hak dan kewajibannya dengan pola yang dilakukan.
"Jadi tidak ada susulan. Karena permasalahannya banyak sekali salah satunya yang tidak kita prediksi mulai tanggal 6 nanti sudah ada pergerakan sama sekali untungnya kita justru tidak melakukan itu," kata Budi.
Sebagai catatan, pada UTBK tahun ini, akan selesai pada 2 Mei 2021 besok, terkecuali bagi DKI Jakarta yang menambah jadwal UTBK sebanyak dua hari.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud Nizam menambahkan, meskipun masih pandemi Covid-19 para siswa berantusias mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Hal itu pun patut untuk mendapatkan apresiasi.
"Kesungguhan adik-adik mengikuti tes justru meningkat dan kehadirannya lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Nah, yang tidak hadir kan mungkin sudah diterima atau mungkin berubah pikiran mengambil tes yang lain, artinya dari angka itu positif lebih banyak yang hadir dari tahun sebelum-sebelumnya," kata Nizam.
UTBK SBMPTN 2021 lanjut Nizam, berjalan dengan lancar, praktis dan nyaris tanpa kendala. Mudah-mudahan disiplin prokes seperti ini bisa tetap terjaga. (okky adiana)
Editor : suroprapanca

