Kelas Tauhiid dan Dwi Bahasa Menjawab Tantangan Zaman

Program kelas Tauhiid dan Program kelas Dwi Bahasa. Inilah dua program baru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Laboratorium Percontohan Universitas Pendidikan Indonesia.

Kelas Tauhiid dan Dwi Bahasa Menjawab Tantangan Zaman
Sekolah Menengah Atas (SMA) Laboratorium Percontohan Universitas Pendidikan Indonesia. (Okky Adiana)

INILAH, Bandung - Program kelas Tauhiid dan Program kelas Dwi Bahasa. Inilah dua program baru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Laboratorium Percontohan Universitas Pendidikan Indonesia (Labschool UPI) di Kampus Bumi Siliwangi, Jalan Setiabudi 229, Bandung.

Wakasek Kesiswaan Labschool UPI Dudi Mulyadi mengatakan, kelas Tauhiid selain menggunakan kurikulum nasional, juga terdapat kurikulum yang dirumuskan oleh Daarut Tauhiid sendiri.

Mereka bekerja sama dengan Yayasan Daarut Tauhiid untuk menjawab tantangan zaman terhadap akidah siswanya.

Tahun ini SMA Labschool UPI membuka dua program baru, yakni kelas Tauhiid sebanyak satu rombongan belajar dan kelas Dwi Bahasa sebanyak dua rombongan belajar.

“Di samping kelas reguler sebanyak tujuh rombongan belajar, tiga untuk IPA dan empat untuk IPS,” ucap Dudi pada Jumat (13/9/2019).

Dia mengatakan, kelas Tauhiid memiliki intrakurikuler memanah, berkuda, dan berenang yang dilaksanakan di Cibubur, lokasi milik Yayasan Daarut Tauhiid sendiri.

“Untuk kelas ini secara teknis kegiatan belajar mengajar (KBM) di kurikulum nasional dan pembelajaran keagamaan dari Daarut Tauhiid,” ujarnya.

Selain kelas Tauhiid, kata Dudi, ada juga kelas Dwi Bahasa, selain menggunakan kurikulum nasional juga terdapat metode pembelajaran dari Cambridge.

Dalam kelas Dwi Bahasa ini menitikberatkan terhadap pembiasaan berbahasa Inggris dengan mendatangkan guru-guru dari Program Studi Bahasa dari UPI yang dihadirkan untuk mengajar di sekolah ini.

“Ini merupakan terobosan-terobosan di sekolah kami, mudah-mudahan dapat berkembang dengan baik,” ucap Dudi.

Dia mengimbau kepada khalayak, khususnya kepada para orang tua untuk mengambil tanggung jawab sepenuhnya dalam hal pendidikan putra-putrinya, karena keluarga dan lingkungan mengambil porsi terbesar dalam membentuk kepribadian selain di sekolah.

“Diharapkan kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah bisa terjalin dalam dengan baik," tambahnya.

Sebagai catatan, SMA Labschool memiliki lebih dari 20 jenis ekskul, seperti di bidang olahraga basket, taekwondo, futsal, bola voli, hoki, sofbol, atletik.

Bidang kesenian terdapat karawitan, gamelan, angklung, seni tari, padus, band, kabaret, seni rupa, robotik, astronomi, rohis untuk kerohaniannya, keputrian, PMR, pencinta alam, Pramuka, Paskibra.

“Kebetulan belum lama ini Atletik SMA Lab School UPI  berhasil meraih juara ke-2, dengan raihan tiga medali emas, satu perak dan satu perungu di Kejuaraan Atletik Wali Kota Cup 2019,” kata Dudi. (Okky Adiana)


Editor : suroprapanca