Keluarga Arya Daru Desak Bareskrim Ambil Alih Kasus dan Ungkap Teror Misterius
Teror misterius yang dialami oleh keluarga Arya Daru, keluarga minta Bareskrim Polri mengusut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Keluarga diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arya Daru Pangayunan, terus mendesak agar kasus kematian Arya diusut tuntas. Mereka meminta agar penyelidikan tidak hanya dilakukan oleh Polda Metro Jaya dengan asistensi Mabes Polri, tetapi ditangani langsung oleh Bareskrim Polri demi transparansi dan kejelasan.
Penasihat hukum keluarga, Nicholay Aprilindo, menegaskan pihaknya sudah melayangkan surat resmi kepada Kapolri, Kapolda Metro Jaya, Menteri Luar Negeri, hingga sejumlah komisi DPR RI. Menurutnya, penyelidikan oleh Bareskrim akan lebih komprehensif.
“Kami tidak meminta asistensi, tetapi kami minta ditangani langsung oleh Mabes Polri biar lebih menyeluruh. Pengungkapan kasus ini harus seterang cahaya, bahkan lebih terang dari cahaya,” kata Nicholay.
Kemenlu Beri Dukungan
Nicholay mengungkapkan bahwa pihak Kementerian Luar Negeri memberi tanggapan positif atas desakan tersebut. Menlu Sugiono, menurutnya, mendukung agar kasus ini diusut secara transparan, mengingat menyangkut integritas lembaga dan melibatkan staf diplomatik.
“Kami sudah bertemu langsung dengan Menteri Luar Negeri, dan beliau berharap kasus ini dibuka dan ditindaklanjuti hingga jelas,” ujarnya.
teror misterius Dialami Keluarga
Lebih jauh, Nicholay juga mengungkap fakta mengejutkan: keluarga Arya sempat mengalami serangkaian teror misterius setelah kematiannya.
-
9 Juli malam, sehari setelah tahlilan, keluarga menerima sebuah amplop berisi styrofoam, bunga kamboja, hati, dan bintang.
-
27 Juli, makam Arya didapati dalam kondisi berantakan.
-
September, saat istri dan anak Arya berziarah, mereka menemukan bunga mawar merah disusun membentuk garis di atas makam.
“Ini jelas bukan kebetulan, melainkan pesan dari pihak tertentu kepada keluarga,” kata Nicholay.
Harapan Keluarga
Keluarga besar Arya menolak framing negatif yang menyebut kasus ini sebagai urusan “privasi”. Menurut mereka, kematian Arya adalah kasus yang harus diungkap seterang-terangnya demi keadilan dan kepastian hukum.
“Kejahatan itu tidak pernah sempurna, selalu ada celah untuk mengungkap kebenaran,” tegas Nicholay.
Editor : Firda Rachmawati

