Kematian Arya Daru Dipertanyakan, Kuasa Hukum Bongkar Fakta Baru

Kuasa hukum keluarga Arya Daru mempertanyakan kelanjutan kasus kematian diplomat muda tersebut.

Kematian Arya Daru Dipertanyakan, Kuasa Hukum Bongkar Fakta Baru

INILAHKORAN - Upaya keluarga untuk mengungkap penyebab kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arya Daru Pangayunan (ADP), kembali mengemuka. Kuasa hukum keluarga, Nicholay Aprilindo, mendesak Polda Metro Jaya segera menaikkan penanganan perkara tersebut ke tahap penyidikan.

Nicholay mengungkapkan permintaan itu setelah melakukan audiensi dengan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin siang.

“Kami menyampaikan masukan kepada penyelidik agar kasus ini segera dinaikkan ke tahap penyidikan,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Nicholay menilai proses penyelidikan belum berjalan maksimal karena gelar perkara belum pernah dilakukan, meski kasus sudah berjalan cukup lama.

Ia menegaskan bahwa gelar perkara menjadi langkah penting sebelum status dinaikkan.
“Sebagai dasar naik ke penyidikan, kami minta gelar perkara dilakukan terlebih dahulu,” katanya.

Polda Metro Jaya sebelumnya hanya menggelar konferensi pers pada 29 Juli 2025 untuk memaparkan hasil analisis ahli, namun belum melangkah pada evaluasi menyeluruh melalui gelar perkara.

Nicholay juga mengungkapkan bahwa pihaknya sempat meminta agar proses audiensi menghadirkan media. Namun, permintaan itu tidak dikabulkan karena polisi menganggap beberapa informasi masih bersifat internal.

Meski begitu, Nicholay menilai hal-hal yang disebut “privasi” ternyata tidak sebesar yang dibayangkan.

Kuasa hukum keluarga juga menyoroti keterangan tiga saksi—resepsionis, petugas keamanan, dan penyedia layanan tiket—yang memberikan informasi penting terkait aktivitas terakhir ADP.

Menurut para saksi, almarhum sempat melakukan check-in bersama seorang perempuan berinisial V.
“Kami minta pemeriksaan terhadap V diperdalam,” tegas Nicholay.

Selain itu, ia juga meminta polisi menelusuri lebih detail sosok berinisial D, yang disebut turut bersama ADP sebelum kejadian.
“Keduanya mendampingi almarhum saat masih hidup, jadi harus diperiksa lebih lanjut,” jelasnya.

Melalui kuasa hukumnya, keluarga ADP berharap penyelidikan dilakukan lebih terbuka dan detail. Mereka menilai pengungkapan menyeluruh sangat diperlukan agar teka-teki kematian sang diplomat muda dapat terjawab dengan jelas.


Editor : Firda Rachmawati