Keluarga Mang Ihin Ungkap Ratu Belanda Pernah Menginap di Gedung Negara Pakuan

Informasi berharga didapat Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin, kala menerima kunjungan keluarga besar mantan Gubernur periode 1970-1975 Solihin Gautama Purwanegara di Gedung Negara Pakuan, Minggu 16 Februari 2025.

Keluarga Mang Ihin Ungkap Ratu Belanda Pernah Menginap di Gedung Negara Pakuan
Ternyata, Ratu Belanda Juliana Louise Emma Marie Wilhelmina atau Ratu Juliana dan suaminya Prince Bernhard Leopold Frederik Everhard Juliud Coert Karel Godfried Pieter zur Lippe-Biesterfeld pernah menginap di Gedung Negara Pakuan, di masa kepemimpinan Solihin GP di Jabar. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Informasi berharga didapat Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin, kala menerima kunjungan keluarga besar mantan Gubernur periode 1970-1975 Solihin Gautama Purwanegara di Gedung Negara Pakuan, Minggu 16 Februari 2025.

Ternyata, Ratu Belanda Juliana Louise Emma Marie Wilhelmina atau Ratu Juliana dan suaminya Prince Bernhard Leopold Frederik Everhard Juliud Coert Karel Godfried Pieter zur Lippe-Biesterfeld pernah menginap di Gedung Negara Pakuan, di masa kepemimpinan Solihin GP di Jabar.

"Kami berterima kasih kepada ibu yang sudah berkenan hadir, memenuhi undangan kami dan banyak cerita yang kami belum tahu. Ternyata Ratu Belanda pernah menginap disini," ujar Bey usai menerima kunjungan keluarga besar Solihin GP atau Mang Ihin.

Bey melanjutkan, banyak hal yang dapat menjadi inspirasi dari sosok Mang Ihin kala menjadi Gubernur Jabar. Antaranya sosok yang disiplin, keras dan tegas.

"Mang Ihin sosok yang disiplin dan juga selalu ingin warga Jabar maju. Itu yang kita ingat bahwa kita harus maju menjadu warga yang maju. Jadi kita harus semangat. Itu inspirasi kita untuk membangun Jabar menjadi provinsi yang paling maju," ucapnya.

"Kita harus berani karena benar. Itu yang saya lihat dari sosok beliau," imbuhnya.

Sementara anak ke dua Mang Ihin, Yesi menceritakan sejatinya mereka sekeluarga hanya tinggal beberapa bulan di Gedung Negara Pakuan.

Sebab Mang Ihin kata dia, tidak betah tinggal di Gedung Negara Pakuan. Sampai akhirnya kembali tinggal di kediaman pribadi.

"Bapak orang bersahaja, enggak suka yang formil. Ketika kami disini, bapak sendiri. Teu betah cenah. Eweuh jajaneun nu ngaliwat, hararese. Eweuh bakso. Loba aturan, udah geus urang balik deui we ka imah. Akhirnya kami kembali ke rumah pribadi setelah beberapa bulan disini," ungkap Yesi.

Terlepas dari itu, Yesi dan keluarga besar menghaturkan terimakasih kepada Bey, yang berkenan mengundang mereka mengunjungi Gedung Negara Pakuan.

Mengingat, terakhir kalinya mereka ke Gedung Negara Pakuan yakni pada 50 tahun lalu.

"Hatur nuhun tos diangkeun, setelah 50 tahun kita bisa berkunjung kembali kesini," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani