INILAH, Bandung - Penyanyi Ogest merilis album ke dua bertajuk "Jangan Kasihani Aku". Album tersebut, dibuat untuk menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap penyandang disabilitas.
"Selama ini masyarakat hanya melihat kekurangan tanpa melihat potensi yang ada untuk semangat berkarya," kata Ogest di Hotel Cinnamon Boutique Syariah, Jalan Setiabudi, Kota Bandung pada Sabtu (9/2/2019).
Album ke dua ini, dituturkan dia, juga berisikan pesan khusus bagi penyadang disabilitas. Keterbatasan, diharapkan dia tidak menjadi sebuah halangan tetap bisa berkarya dan optimistis menghadapi hidup.
"Tetapi sebaliknya (keterbatasan), akan menjadi kekuatan atau semangat tinggi untuk kita semangat berkarya. Jangan menunggu apapun keterbatasan kita hingga menjadi sempurna, tetapi berkaryalah," ucapnya.
Ogest melibatkan sejumlah pihak dalam proses pengerjaan album keduanya. Salah satunya adalah Rumah Musik Harry Roesli (RMHR) tempat bagi siapa saja yang ingin mendalami berbagai musik.
"Untuk tahap awal kita merilis 100 keping CD, karena kita tahu industri musik saat ini terbilang dalam kondisi kurang baik. Juga lama pengerjaan terbilang lama, hampir tiga tahun," ujar dia.
Hotel Cinnamon Boutique Syariah, Jalan Setiabudi, Kota Bandung menjadi tempat dirilisnya album "Jangan Kasihani Aku". Launching ini juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Ogest ke-45.
Ogest merupakan penyanyi yang memiliki semangat tinggi untuk tetap menjalani hidup. Dia didagnosis menderita Guillain Barre Syndrome (GBS) sejak usianya menginjak 17 tahun.
Fisiknya memang terlanjur lumpuh, tetapi tidak untuk semangatnya. Dari kursi roda dan ranjang besi, mantan penyanyi cilik ini tetap melatih vokal, menciptakan lagu dan melakukan rekaman.