Kembali Dikritik Tak Berbakat Akting, Jisoo BLACKPINK Harapkan Ini dari Penonton
Jisoo BLACKPINK berharap penonton menilai aktingnya cocok dengan karakternya namun nyatanya sebaliknya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Jisoo BLACKPINK saat ini comeback akting dengan membintangi drama baru Netflix 'Boyfriend on Demand'.
Namun, Jisoo BLACKPINK sekali lagi harus menghadapi kritik keras atas penampilan aktingnya menyusul perilisan proyek drama terbarunya, yang kembali memicu perdebatan panjang tentang kemampuannya sebagai seorang aktris.
Menurut sebuah kolom opini yang baru-baru ini diterbitkan oleh media Korea Selatan TV Daily, Jisoo BLACKPINK tersebut menerima ulasan negatif atas aktingnya sejak debutnya dalam drama 'Snowdrop'.
Artikel tersebut berpendapat bahwa meskipun telah memerankan berbagai genre dan peran selama bertahun-tahun, gaya akting Jisoo BLACKPINK sebagian besar tetap tidak berubah dan terus menuai kritik dari para penonton.
Setelah 'Snowdrop', Jisoo BLACKPINK kemudian tampil dalam proyek-proyek seperti 'Newtopia' dan adaptasi dari 'Omniscient Reader's Viewpoint'.
Meskipun kesediaannya untuk mengeksplorasi berbagai karakter telah diperhatikan, para kritikus mengatakan bahwa penampilannya seringkali terasa terbatas, terutama dalam hal ekspresi emosi dan penyampaian vokal.
Perdebatan itu kembali mencuat dengan dirilisnya drama original Netflix, 'Boyfriend on Demand', baru-baru ini.
Beberapa penonton mengatakan mereka berharap melihat peningkatan yang signifikan dalam aktingnya, tetapi para kritikus berpendapat bahwa penampilannya masih kurang kedalaman emosional.
Menurut kolom tersebut, adegan-adegan penting yang membutuhkan perkembangan emosional secara bertahap malah terasa datar karena ekspresi wajah yang terkekang dan nada suara yang relatif monoton.
Artikel tersebut juga menunjuk pada momen-momen selama adegan dramatis penting di mana ketegangan emosional cerita terganggu oleh apa yang digambarkan kritikus sebagai penampilan yang kurang meyakinkan.
Masalah-masalah ini, menurut komentar tersebut, menyulitkan penonton untuk sepenuhnya larut dalam alur cerita.
Diskusi semakin memanas selama konferensi pers produksi drama tersebut. Karena Jisoo BLACKPINK sebelumnya jarang memberikan wawancara media mengenai aktingnya.
Beberapa wartawan berharap Jisoo BLACKPINK akan membahas kontroversi yang sedang berlangsung dan berbicara tentang upaya yang telah dia lakukan untuk meningkatkan kemampuan aktingnya.
Namun, Jisoo BLACKPINK malah mengungkapkan harapan sederhana agar penonton merasa bahwa dia cocok dengan karakter tersebut dalam proyek baru ini.
Bagi sebagian kritikus, respons ini terasa kurang memuaskan, karena mereka mengharapkan penjelasan yang lebih rinci tentang proses persiapannya atau langkah-langkah yang mungkin dia ambil untuk memperkuat kemampuan aktingnya.
Sutradara Kim Jeong Sik, yang memimpin proyek tersebut, mencoba membela aktris tersebut selama acara itu, dengan mengatakan bahwa penonton akan melihat bagaimana "usaha dapat mengalahkan bakat."
Namun, kolumnis tersebut berpendapat bahwa penonton pada akhirnya menilai penampilan berdasarkan apa yang terlihat di layar, bukan berdasarkan usaha yang tak terlihat di balik layar.
Artikel tersebut juga menunjukkan bahwa banyak idola yang beralih menjadi aktor telah bekerja keras untuk mengatasi stereotip dengan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam penampilan mereka.
Sebaliknya, kolumnis tersebut berpendapat bahwa berulang kali Jisoo BLACKPINK mendapatkan peran utama, meskipun mendapat kritik terus-menerus telah menimbulkan pertanyaan di kalangan sebagian penonton tentang apakah ketenarannya di seluruh dunia telah membantunya mendapatkan kesempatan dengan lebih mudah.
Pada saat yang sama, artikel tersebut mengakui pencapaian Jisoo yang tak terbantahkan sebagai member BLACKPINK dan sebagai duta merek global.
Pengaruh Jisoo BLACKPINK di industri musik dan dunia mode juga tetap sangat dihormati.
Namun, kolom tersebut menyimpulkan bahwa jika Jisoo BLACKPINK berniat untuk terus menekuni dunia akting secara serius, dia pada akhirnya perlu meyakinkan penonton melalui peningkatan yang jelas dalam penampilannya.
Jika tidak, perdebatan seputar kemampuan aktingnya mungkin akan terus mengikutinya dalam proyek-proyek mendatang.***
Editor : Irma Nurfajri

