Dispatch Rilis Detail Kejadian Pelecehan Seksual yang Dilakukan Kakak Jisoo BLACKPINK
Dispatch merilis kronologi detail kejadian pelecehan seksual yang dilakukan kakak laki-laki Jisoo BLACKPINK.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Setelah sempat mereda, kontroversi pelecehan seksual yang dilakukan kakak laki-laki Jisoo BLACKPINK kembali menarik perhatian.
Kontroversi mengejutkan yang melibatkan kakak laki-laki Jisoo BLACKPINK telah memicu perdebatan online yang sengit di Korea Selatan setelah seorang BJ atau streamer wanita (broadcast jockey) menuduhnya melakukan pelecehan seksual.
Menurut laporan yang diterbitkan oleh Dispatch pada hari ini, Senin, 11 Mei 2026, kasus ini berkisar pada kesaksian yang sepenuhnya bertentangan dari kedua belah pihak.
Sementara korban yang diduga mengklaim dirinya diserang secara paksa, terdakwa bersikeras bahwa pertemuan itu atas dasar persetujuan dan merupakan bagian dari "perangkap" yang direncanakan.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi setelah keduanya bertemu melalui pengaturan "kencan makan" di platform siaran langsung SOOP.
Dispatch melaporkan bahwa kakak laki-laki Jisoo BLACKPINK, yang hanya diidentifikasi sebagai "A," memasuki siaran langsung BJ "B" dan dilaporkan menghabiskan 35.000 balon bintang senilai sekitar 3,5 juta KRW (sekitar $2.500 USD atau Rp41,2 juta).
Sebagai bagian dari budaya platform, donasi tersebut diduga memberinya "kencan makan" dengan streamer tersebut.
Keduanya bertemu pada 15 April di sebuah izakaya di Cheongdam-dong sebelum kemudian menuju ke kediaman A.
Kedua belah pihak dilaporkan menyepakati beberapa bagian dari kronologi peristiwa:
1. Mereka makan dan minum bersama.
2. Mereka menonton TV di ruang tamu.
3. Mereka akhirnya bergerak menuju area kamar tidur.
Namun, kesaksian mereka berdua sangat berbeda mengenai apa yang terjadi setelahnya saat keduanya masuk kamar.
Menurut A, BJ (Body Job) masuk ke kamar tidur lebih dulu sendirian. “Dia masuk ke kamar tidur lebih dulu dan bahkan duduk di tempat tidur sendirian. Secara alami saya mengartikan itu sebagai lampu hijau,” klaimnya.
Namun, B dengan tegas membantah interpretasi tersebut. Dia menyatakan bahwa A telah mengonsumsi zolpidem dan mengeluh mengantuk, sehingga dia mengantar A ke kamar tidur hanya untuk membantunya beristirahat sebelum pergi.
“Saya meraih pergelangan tangannya dan membawanya ke sana karena saya ingin dia cepat tertidur agar saya bisa pulang,” jelas A seperti yang dilaporkan.
Perselisihan Memanas hingga Berujung Konflik
A membantah telah melakukan hubungan seksual dan mengklaim interaksi tersebut hanya melibatkan sentuhan fisik timbal balik yang berhenti ketika diminta.
Sementara itu, B menuduh bahwa dia secara paksa menariknya ke tempat tidur, melepaskan pakaiannya tanpa persetujuannya, menahan tubuhnya, dan mencoba melakukan hubungan seksual meskipun dia berulang kali melawan.
Salah satu poin terbesar yang menarik perhatian publik adalah serangkaian pesan KakaoTalk yang diduga dikirim oleh B kepada manajernya saat berada di dalam kamar mandi.
Menurut Dispatch, pesan-pesan tersebut termasuk: “Tolong selamatkan saya” dan “Saya rasa saya akan diperkosa.”
B menyatakan bahwa dia menggunakan kamar mandi sebagai kesempatan untuk diam-diam meminta bantuan sambil berpura-pura membersihkan diri. Manajer B dilaporkan langsung menghubungi polisi setelah kejadian itu.
Namun, A mempertanyakan kredibilitas klaimnya. "Jika itu benar-benar pemerkosaan, mengapa dia membersihkan diri alih-alih menjaga bukti?" demikian argumennya.
B menjawab bahwa dia khawatir pria itu akan curiga jika dia berperilaku berbeda dan mengatakan bahwa dia mencoba mengulur waktu sampai bantuan tiba.
Terdakwa juga mengklaim bahwa BJ dan rekan-rekannya sengaja menargetkannya setelah mengetahui bahwa dia adalah kakak laki-laki Jisoo BLACKPINK.
Menurut pengakuan A:
- BJ diduga sudah mengetahui identitasnya sebelumnya.
- Dia dilaporkan menunjukkan ketertarikan yang kuat sepanjang makan malam itu.
- Dia diduga bisa saja meninggalkan apartemen itu kapan saja.
- Dia juga mengklaim bahwa situasi tersebut direkayasa untuk menekannya agar menerima penyelesaian finansial.
Sementara itu, B membantah semua tuduhan pemerasan dan menekankan bahwa kasus tersebut langsung menjadi urusan polisi dan bukan negosiasi pribadi.
Dia juga mengklaim bahwa dia berulang kali memintanya untuk berhenti dan merasa tidak mampu meninggalkan kediaman itu dengan aman.
Pihak kepolisian memaparkan kronologi kejadian malam itu sebagai berikut:
- Dugaan pelecehan pertama: 23:30 – 23:42
- Istirahat ke kamar mandi pertama: 23:42 – 23:53
- Dugaan pelecehan seksual kedua: 23:53 – 23:59
- Istirahat ke kamar mandi kedua: 23:59 – 00:04
- Kedatangan polisi: 00:12
B dilaporkan menyerahkan diagnosis medis yang menyatakan adanya luka memar yang diderita selama dugaan penyerangan tersebut.
A membantah semua tuduhan dan menyatakan bahwa dia berencana untuk menempuh jalur hukum atas tuduhan palsu tersebut.
Kasus ini dengan cepat menyebar di komunitas online Korea, dengan warganet terpecah belah karena narasi yang saling bertentangan.
Sebagian pengguna internet menunjuk pesan-pesan darurat sebagai bukti penting yang mendukung klaim korban yang diduga.
Yang lain mempertanyakan inkonsistensi dalam kronologi kejadian dan berpendapat bahwa investigasi penuh belum selesai.
Hingga saat ini, belum ada putusan pengadilan yang dikeluarkan, dan investigasi masih berlangsung.***
Editor : Irma Nurfajri


