Kemendikbud Targetkan 100% SD Penuhi SNP dalam Lima Tahun

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan bimbingan teknis program pembinaan SD berbasis zonasi kepada 1.070 sekolah di 514 kabupaten dan kota. Tujuannya agar percepatan pemerataan pendidikan pada jenjang SD dapat segera dituntaskan.

Kemendikbud Targetkan 100% SD Penuhi SNP dalam Lima Tahun
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Jakarta – Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan bimbingan teknis program pembinaan SD berbasis zonasi kepada 1.070 sekolah di 514 kabupaten dan kota. Tujuannya agar percepatan pemerataan pendidikan pada jenjang SD dapat segera dituntaskan.

Direktur Pembinaan SD Kemendikbud, Khamim mengatakan, bimbingan teknis alias intervensi kepada seribuan sekolah tersebut dilakukan berdasarkan peta zonasi yang telah dibuat pemerintah kabupaten dan kota. Tugas ini akan dibagi dua dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kemendikbud, yakni sebanyak 560 sekolah akan ditangani LPMP dan 510 akan ditangani Direktorat Pembinaan SD.

“Sehingga paling tidak di setiap kabupaten dan kota ada dua atau tiga sekolah dasar yang mendapatkan pembinaan mutu berbasis zonasi,” kata Khamim kepada wartawan ditemui di Kompleks Kemendikbud, Jakarta, Selasa (27/05/2019).

Adapun materi yang akan diberikan Kemendikbud kepada sekolah yang mendapatkan intervensi di antaranya meliputi penguatan proses pembelajaran dan penilaian di satuan pendidikan yang bersangkutan. Sedangkan kriteria sekolah yang akan mendapatkan bimbingan teknis yakni mereka telah memenuhi standar nasional pendidikan (SNP).

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud, dari sejumlah 148.805 SD di seluruh Indonesia yang terdaftar baru sekitar 30,1% atau sebanyak 44.776 sekolah saja yang telah memenuhi SNP. Khamim berharap setelah dilakukan intervensi nantinya akan ada peningkatan jumlah sekolah-sekolah yang kemudian memenuhi SNP, paling tidak mendekati atau menuju ke sana.

“Diharapkan nanti bisa bertambah. Kemudian nanti sekolah yang diintervensi ini bisa mendesiminasikan kepada sekolah lainnya yang berada di dalam satu zona yang sama. Namun sebelum sekolah yang terintervensi tersebut dapat mendesiminasikan kepada sekolah yang lainnya, Kemendikbud akan melakukan kunjungan terlebih dahulu untuk mengecek kelayakannya,” kata Khamim.

Dia menjelaskan, setiap sekolah akan mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp 50 juta untuk satu semester pertama. Bantuan berikutnya akan diberikan sesuai anggaran yang ada. Kemudian jika pembinaan telah selesai dilakukan maka akan dilanjutkan kepada sekolah-sekolah lainnya. Sehingga pemerataan percepatan pendidikan dapat berjalan secara berkesinambungan.

Targetnya, ada pertumbuhan sebesar prosentase setiap tahun antara 10-15%. Sehingga dalam lima tahun masa pemerintahan yang baru nanti jumlah sekolah dasar yang telah memenuhi SNP sudah mencapai target 100%. Khamim menegaskan target pemerataan percepatan penddikan di jenjang SD dapat dilakukan secara berkesinambungan jika terjadi sinergitas antara Kemendikbud dan pemerintah kabupaten dan kota.

“Targetnya kita ingin meningkatkan daya saing lulusan sekolah kita, tentu diawali dengan gurunya terlebih dahulu melalui peningkatan kompetensi pembelajaran. Kalau kami bagaimana si guru mampu melaksanakan peningkatan pembelajaran, melalui instruktur pendidikan yang ada di provinsi melakukan pendampingan di satuan pendidikan itu,” pungkas Khamim. (Daulat Fajar)


Editor : Bsafaat