Kemenkes: 40 Persen Kasus Thalasemia di Indonesia Ada di Jabar

Sebanyak 40 persen kasus penyakit thalasemia di negeri ini terjadi di Jawa Barat. Untuk itu, pemerintahan daerah melakukan deteksi dini.

Kemenkes: 40 Persen Kasus Thalasemia di Indonesia Ada di Jabar

INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 40 persen kasus penyakit thalasemia di negeri ini terjadi di Jawa Barat. Untuk itu, pemerintahan daerah dapat melakukan deteksi dini kepada masyarakat untuk menyikapi penyakit kelainan darah ini.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Cut Putri Arianie mengatakan, deteksi dini khususnya dilakukan kepada masyarakat yang sudah masuk usia dewasa dan belum menikah.

"Memang agak berbeda dengan penyakit lain. Ini dengan mencegah perkawinan sesama pembawa sifat. Jadi kita mencegah sesama pembawa sifat menikah," ujar Cut Putri di Kota Bandung, Selasa 5 Oktober 2021.

Baca Juga: Forum Bandung Sehat Dukung Uji Coba Deteksi Dini Thalasemia

Dalam sejumlah literatur, menurut dia, disebutkan saudara kandung pengidap thalasemia dimungkinkan menjadi pembawa sifat penyakit tersebut. Karena itu, pengecekan kepada calon istri dan suami dapat dilakukan untuk meminimalisir mendapatkan keturunan dengan thalasemia.

Namun, jika memang tidak ingin melakukan deteksi dini maka kemungkinan besar anak yang dilahirkan dari pasangan tersebut menjadi pengidap thalasemia.

"Saat menjadi thalasemia maka anak itu akan membutuhkan transfusi darah sepanjang hidup," kata Putri.

Baca Juga: Cegah Thalasemia, Kota Bandung Uji Coba Deteksi Dini di Puskesmas

Selain harus mendapat transfusi ini, yang dikhawatirkan adalah sisi sikologis anak dan keluarga tersebut. Makanya, pencegahan penyebaran penyakit ini harus dilakukan.

Bilamana terdapat pasangan yang merupakan pembawa sifat thalasemia, dia mengatakan maka harus ada bimbingan kepada kepada calon pengantin tersebut. Bukan hanya dari Dinas Kesehatan, tapi juga pihak lain seperti Kementerian Agama.

Edukasi dilakukan agar mereka tahu dampak ketika pembawa sifat thalasemia menikah. Jangan sampai pasangan ini nantinya justru kebingungan dan alami tekanan ketika menjalankan hubungan.

Baca Juga: Cegah Thalasemia, Yuk Periksa Darah Sebelum Menikah

"Tapi kami berharap penyakit ini bisa dicegah agar dilakukan agar Indonesia ke depan lebih kuat dalam menghadapi apapun," kata dia.

Diketahui, thalasemia merupakan kelainan darah yang diturunkan dari orang tua. Penderita penyakit ini dapat mengalami anemia atau kurang darah hingga menimbulkan sejumlah keluhan seperti cepat lelah, mudah mengantuk, hingga timbul sesak nafas.

Thalasemia ini perlu diwaspadai, terutama thalasemia mayor (berat), lantaran dapat menyebabkan komplikasi, seperti gagal jantung, petumbuhan terhambat hingga gangguan hati.***(rianto nurdiansyah)


Editor : inilahkoran