Kemenkes Jadikan Jabar Pilot Project Intervensi Kematian Ibu dan Bayi

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai pilot project, dalam mengintervensi kematian ibu dan bayi.

Kemenkes Jadikan Jabar Pilot Project Intervensi Kematian Ibu dan Bayi
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai pilot project, dalam mengintervensi kematian ibu dan bayi.

INILAHKORAN, Bandung - Kementerian Kesehatan (kemenkes) menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai pilot project, dalam mengintervensi kematian ibu dan bayi.

Tiga kabupaten dipilih, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut dan Kabupaten Bogor pada pilot project ini.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, usai Kick Off intervensi Pencegahan dan Penurunan Kematian Ibu dan Kematian Bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung, Selasa 10 Juni 2025 menuturkan, Jabar dijadikan sebagai pilot project karena memiliki jumlah penduduk paling banyak di Indonesia.

Sehingga angka kehamilan paling tinggi dan potensi kematian ibu serta bayi, juga sangat besar.
"Jadi kita akan adakan pilot project di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut. Ini adalah kabupaten-kabupaten yang kematian ibu dan anaknya tinggi. Ini kita mau lakukan program bersama untuk menekan," ujar Menkes Budi Gunadi.

Dalam mengintervensinya kata dia, dibutuhkan kolaborasi bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, rumah sakit, klinik, Puskesmas hingga bidan.

"Nanti pilot project-nya jalan dalam 3 bulan. Saya harapkan nanti ketahuan polanya, kita bisa replikasi ke seluruh Indonesia," ucapnya.

Sementara Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menuturkan, saat ini angka kematian ibu di di angka 4.700 dan bayi atau anak berkisar 34 ribu tiap tahun.

"Jawa Barat 17 persen. Berarti harus turun lagi. Kalau bisa turun setengahnya aja," harap Dedi.

Dia juga sudah meminta ke Dinas Kesehatan Jabar untuk memberikan stimulus berupa bonus kepada bidan pendamping, supaya mau bekerja ekstra keras dalam menekan angka kematian ibu dan anak.

"Saya tadi sudah kasih rambu-rambu ke Dinas Kesehatan. Coba dikasih bonus terhadap bidan pendampingnya apabila ada desanya berhasil menciptakan zero kematian ibu dan anak dan zero stunting. Nah, kepala desanya nanti kita kasih bonus agar ketua PKK-nya bergerak," ujarnya.

Lebih lanjut Dedi mengungkapkan, ihwal ini akan menjadi prioritas Pemprov Jabar guna mewujudkan masa depan anak yang sehat.

"Nah, ini akan menjadi prioritas kita di tahun ini sehingga ke depan anak-anak Jawa Barat sehat. Baik anaknya yang balita maupun usia remaja, bahkan orang tuanya juga harus pada sehat," tandasnya.***


Editor : JakaPermana