Kementerian Ekraf Optimalkan Jasa TIK untuk Genjot PDB

Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) tengah mengoptimalkan jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guna menggenjot produk domestik bruto (PDB).

Kementerian Ekraf Optimalkan Jasa TIK untuk Genjot PDB
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf Muhammad Neil El Himam berharap, melalui Forum Bisnis bertajuk Sinergi, Inovasi, Akselerasi dan Promosi (SIAP) yang digelar di Dago Pakar, Kabupaten Bandung, Senin 15 Desember 2025 yang menjadi ajang temu bisnis antara pelaku usaha jasa TIK dan investor, mampu mendorong sektor tersebut sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. (yuliantono)

INILAHKORAN.ID - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) tengah mengoptimalkan jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guna menggenjot produk domestik bruto (PDB).

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf Muhammad Neil El Himam berharap, melalui Forum Bisnis bertajuk Sinergi, Inovasi, Akselerasi dan Promosi (SIAP) yang digelar di Dago Pakar, Kabupaten Bandung, Senin 15 Desember 2025 yang menjadi ajang temu bisnis antara pelaku usaha jasa TIK dan investor, mampu mendorong sektor tersebut sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Sebab, sejauh ini jasa TIK diakuinya belum terendus secara baik, sementara potensinya sangat tinggi. Khususnya dalam menyumbang PDB nasional.

"Kita berharap, jasa TIK ini bisa menyumbang PDB. Terhadap tenaga kerja, ekspor juga, karena bentuknya layanan," ujarnya.

Terlebih tidak ada batasan dalam TIK, semisal desain yang bisa dilakukan dimanapun dan dibeli siapapun.

"Termasuk juga coding, programming, conten creator, virtual," ucapnya.

Sementara Kepala Biro Perekonomian Setda Jawa Barat Budi Kurnia menyebut, Jawa Barat merupakan salah satu kontributor terbesar di sektor Ekraf nasional.

Dari 17 subsektor Ekraf, Jabar unggul di kuliner, kriya, fesyen, desain animasi dan konten kreator.

"Di tahun ini saja, di 2025, kita sudah mencetak Rp44 triliun. 17,5 persen sektor ekonomi kreatif yang tumbuh di Jawa Barat dan berkontribusi terhadap nasional. Sehingga ini adalah sektor yang betul-betul sedang terus bertumbuh, dan ini saingannya kan sangat global," ungkapnya.

Maka dari itu, melalui Forum Bisnis SIAP ini dapat mengakselerasi 140 badan usaha yang turun serta, usai bertemu denga sekitar puluhan calon investor. Ke depan, Kementerian Ekraf juga akan mendorong pelaku ekonomi kreatif terutama bidang desain dan konten kreator, untuk masuk dalam e-catalog pemerintah.

Sisi lain, gagasan program ini juga diharapkan menjadi tonggak awal dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi di Indonesia.


Editor : Doni Ramdhani