Kementerian ESDM Bidik Konversi Seribu Unit Motor BBM ke Motor Listrik
Kementerian ESDM mencanangkan program konversi seribu unit motor BBM ke motor listrik. Program ini bagian dari transisi energi bersih.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kementerian ESDM mencanangkan program konversi seribu unit motor BBM ke motor listrik. Program ini merupakan bagian dari transisi energi bersih.
Selain itu, Kementerian ESDM menyebutkan program konversi seribu unit motor BBM ke motor listrik itu pun akan mengurangi impor dan subsidi BBM serta menghemat devisa negara.
Menteri ESDM Arifin Tasrif menegaskan, konversi seribu unit motor BBM ke motor listrik diharapkan terealisasi sepanjang 2022 ini.
Baca Juga: Indonesia Punya Nikel, Erick Thohir Ingin Baterai Kendaraan Listrik Diproduksi di Tanah Air
"Dengan target konversi seribu unit motor BBM ke motor listrik ini diharapkan mendorong keterlibatan aktif para pelaku usaha komponen motor listrik konversi, controller, penyedia baterai untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi dan meningkatkan kandungan lokalnya sehingga harga keekonomian mesin konversi lebih terjangkau," kata Arifin, Jumat 18 Maret 2022.
Menurutnya, pemerintah menargetkan terdapat 13 juta motor listrik dari motor listrik baru maupun hasil konversi pada 2030 mendatang. Arifin berharap program ini dapat menjadi daya tarik untuk mendorong tumbuhnya industri kendaraan bermotor listrik di Indonesia yang mandiri.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mendukung upaya memasifkan kendaraan listrik tersebut. Langkah yang dilakukan yakni mulai dari penyediaan infrastruktur kelistrikan melalui stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU), hingga Home Charging Station.
Pada akhir 2021, realisasi SPKLU yang dibangun mencapai 190 unit. Sedangkan di tahun ini targetnya ada 580 unit SPKLU untuk bisa digunakan bagi para pemilik kendaraan listrik di Tanah Air.
Hingga Februari 2022, total charging station sebesar 267 unit di 195 lokasi. Total charging station yang dimiliki PLN sebanyak 120 unit tersebar di 92 lokasi.
Hingga Maret, pemerintah telah menyelesaikan konversi 100 unit motor BBM ke motor listrik sebagai tonggak awal pemasifan kendaraan listrik.
"Dari tahun ke tahun jumlah SPKLU kita akan terus tambah untuk bisa mendukung ekosistem kendaraan listrik," ujar Darmawan.
Baca Juga: Tel-U dan MIND ID Mau Kembangkan Inovasi Teknologi, Salah Satunya Riset Mobil Listrik
Darmawan menambahkan hingga Desember 2021 jumlah motor listrik yang ada di Indonesia mencapai 12.811 unit.
"Konversi ini juga salah satu langkah untuk kita semakin mandiri dalam ketahanan energi. Karena berpindah dari energi berbasis fosil ke berbasis domestik," ujar Darmawan.
Darmawan juga mengatakan, dengan menggunakan kendaraan listrik bisa mengurangi emisi karbon.
Baca Juga: Foto: Mobil Listrik Otonom Ciptaan BRIN
"Emisi 1 liter BBM daripada listrik, emisi karbonnya lebih rendah listrik. Untuk itu, kami sangat mendukung program ini sebagai salah satu langkah pengurangan emisi karbon," tambah Darmawan.
Dengan masifnya kendaraan listrik PLN juga siap dalam pasokan listrik. Untuk saat ini kata Darmawan, posisi pasokan listrik sangat berlebih sehingga mampu memenuhi kebutuhan listrik para pemilik kendaraan listrik.
"Kami juga memberikan banyak insentif dengan diskon tambah daya untuk para pemilik kendaraan listrik dan juga diskon 30 persen pemakaian listrik saat malam hari," ujar Darmawan. (*)
Editor : inilahkoran

