Kepadatan Kota Bandung, Dari Gang Sempit hingga Strategi Lingkungan Sehat
Bandung kota yang dikenal dengan udara sejuk dan julukan Paris van Java, ternyata menyimpan tantangan tersendiri bagi warganya, mulai dari kepadatan penduduk hingga kemacetan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bandung kota yang dikenal dengan udara sejuk dan julukan Paris van Java, ternyata menyimpan tantangan tersendiri bagi warganya. Di hampir setiap kelurahan, bangunan-bangunan berdempetan menjadi pemandangan sehari-hari.
Beberapa bangunan, bahkan menampung lebih dari dua kepala keluarga menciptakan fenomena yang disebut Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan sebagai negative swarming.
“Hampir semua kelurahan padat penduduk di Kota Bandung. kepadatan ini terlihat dari rapatnya bangunan-bangunan, dan di bangunan-bangunan itu bisa tinggal lebih dari dua kepala keluarga. Dan kondisi ini terjadi di hampir semua kelurahan,” kata Farhan, Rabu 14 Januari 2026.
Kepadatan seperti ini bukan sekadar soal ruang hunian, tetapi menurut ia berdampak langsung pada tata kota dan lingkungan hidup. Jalanan yang sempit, drainase yang cepat penuh dan keterbatasan fasilitas publik menjadi ujian bagi perencanaan kota.
Di sisi lain, kesehatan warga juga menjadi perhatian serius. Penyakit menular dan stunting, kerap dikaitkan dengan kondisi hunian yang padat dan lingkungan yang kurang sehat. Mengatasi masalah ini, Pemkot Bandung menaruh fokus pada penyehatan lingkungan melalui dua program utama.
Pertama adalah rutilahu, program perbaikan rumah tidak layak huni yang menjadi salah satu kunci menurunkan prevalensi TBC. Kedua, pembangunan septic tank yang bertujuan menekan angka diare dan stunting.
“Yang paling penting, adalah penyehatan lingkungan. Kita fokus pada rutilahu dan septic tank. Kedua program ini menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup warga di tengah kepadatan kota,” ucapnya.
Meski menghadapi kepadatan yang tinggi, pemerintah kota berupaya menyeimbangkan kebutuhan hunian dengan kualitas lingkungan yang laik. "Perencanaan yang tepat, pengaturan ruang terbuka hijau dan peningkatan fasilitas publik menjadi langkah penting agar Kota Bandung tetap nyaman bagi warganya," ujar dia.
Editor : Ahmad Sayuti

