Kepulangan WNI Mantan ISIS, Ridwan Kamil Tunggu Kejelasan Pusat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku belum mendapatkan kejelasan mengenai rencana pemulangan ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang pernah bergabung dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Dia akan menunggu arahan dari pemerintahan pusat.

Kepulangan WNI Mantan ISIS, Ridwan Kamil Tunggu Kejelasan Pusat
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Humas Pemprov Jabar)

INILAH, Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku belum mendapatkan kejelasan mengenai rencana pemulangan ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang pernah bergabung dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Dia akan menunggu arahan dari pemerintahan pusat.

Menurut dia, pemerintah daerah hanya menjalankan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat dalam urusan yang berkaitan dengan kewarganegaraan Indonesia di luar negeri.

"Per hari ini saya belum ada kejelasan  bagaimana penanganan pemulangan warga negara Indonesia yang dulu masuk ke ISIS di Suriah atau dimana-mana, kami belum," ujar Ridwan Kamil, Rabu (5/2/2020).

Kendati demikian, Emil -sapaan Ridwan Kamil- memastikan pihaknya siap mengikuti kebijakan pemerintah pusat bilamana sudah ada kejelasan. Itu seperti halnya penangana. pemulangan WNI dari Wuhan, China menyusul wabah virus Corona. 

"Kami akan mengikuti, sepertihalnya (pemulangan WNI akibat) corona virus. Kebijakannya di pemerintah pusat, ketika diputuskan (tempat isolasi WNI dari Tuhan) di Natuna, maka pemerintah daerah harus mengikuti," paparnya. 

Emil menyatakan, Pemprov Jabar pada prinsipnya menginginkan seluruh warganya hidup normal dan membangun Negeri ini berdasarkan ideologi Pancasila. Dia juga menegaskan, siap menerima kembali warganya yang pernah bergabung dengan ISIS.

"Iya lah (diterima), kan warga sendiri. Asal insyaf dan tidak lagi melakukan kegiatan ilegal," katanya.

Diketahui, pemerintah berencana memulangkan sejumlah WNI, yang pernah bergabung dengan kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang kini tengah berada di beberapa negara di Timur Tengah.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan, bahwa pemerintah saat ini masih mengkaji kemungkinan memulangkan mereka ke Indonesia. (Riantonurdiansyah)


Editor : Bsafaat