Keracunan Massal di Bandung Barat: Wakil Ketua DPR Tegur Keras Kepala SPPG Cijambu yang Program MBG Tak Sesuai SOP
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menunjukkan reaksi keras terhadap Ikbal Maulana Ramadan, kepala Sentra Pengolahan Pangan Bergizi (SPPG) Yayasan Rajib Putra Barokah, Dapur Makmur Jaya, di Kampung Cipari, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menunjukkan reaksi keras terhadap Ikbal Maulana Ramadan, kepala Sentra Pengolahan Pangan Bergizi (SPPG) Yayasan Rajib Putra Barokah, Dapur Makmur Jaya, di Kampung Cipari, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Teguran ini menyusul insiden keracunan massal yang menimpa setidaknya 411 siswa di Kecamatan Cipongkor pada Senin, 22 September 2025, akibat konsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi oleh SPPG tersebut.
Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Kamis, 25 September 2025, Cucun menilai SPPG telah melakukan pelanggaran serius terhadap standar operasional produksi MBG.
Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah waktu memasak yang dimulai sejak pukul 23.00, yang dinilai terlalu dini dan tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
"Salah, sudah keluar dari SOP, ini harus dievaluasi. Kamu sekolah dulu? Kan disekolahkan dulu. 10 SOP itu kami rapat dengan BGN kami tahu, jam berapa untuk PAUD, TK, SD, jam berapa SMP dan SMA itu sudah ada, berarti kamu lupa, perlu dievaluasi," tegas Cucun di lokasi SPPG.
Cucun menekankan bahwa jarak waktu antara proses memasak dengan jadwal konsumsi siswa terlalu lama. Idealnya, produk MBG harus dikonsumsi maksimal 4 jam setelah proses produksi.
Menurutnya, keterlambatan ini diduga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya keracunan.
"Untuk sampai ke jam 7 pagi dikirim ke PAUD TK, berapa jam. Kan maksimal 4 jam (setelah dimasak) kita akan tertibkan SOP ini," imbuhnya.
Selain masalah waktu produksi, Cucun juga menyoroti potensi masalah pada bahan baku yang digunakan. Ia mendorong Ikbal untuk berani menolak bahan baku yang tidak layak masak, meskipun ada tekanan dari pihak yayasan.
"Saya tanya, kemarin pasti ada problem di bahan makanan, clear kan. Pokoknya jangan takut sama Yayasan, kamu yang berkuasa di sini, tolak saja," tandasnya.
Menanggapi teguran tersebut, Ikbal Maulana Ramadan menyatakan bahwa pihaknya bakal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi MBG.
"Untuk evaluasi pasti ya," kata Ikbal.
Namun, Ikbal bersikeras bahwa proses produksi yang selama ini dilakukan tidak bermasalah dan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku sejak awal mereka dipercaya untuk memproduksi MBG.
"Tidak ada masalah, karena metode masak dari kejadian Senin ditarik ke dua minggu ke belakang itu sama metodenya, dan jamnya sama," jelasnya.***
Editor : JakaPermana

