Trauma Keracunan Massal, Ribuan Pelajar di Bandung Barat Tak Lagi Nikmati MBG

Pasca insiden keracunan massal yang menimpa ribuan pelajar, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dihentikan sementara. 

Trauma Keracunan Massal, Ribuan Pelajar di Bandung Barat Tak Lagi Nikmati MBG
Diketahui, sebanyak 1.315 pelajar menjadi korban keracunan massal akibat program MBG. Mayoritas korban berasal dari Kecamatan Cipongkor, meliputi siswa-siswi dari SMK Karya Perjuangan, SMK Pembangunan, MI 3 Cipongkor, MI Mulyadarma, SDN 1 Cipongkor, MI Syahida, MTS Syahida, MA Syahida, MTS Mana’arul Huda, dan SMK Babakan Gunkar.  (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Pasca insiden keracunan massal yang menimpa ribuan pelajar, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dihentikan sementara. 

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG tersebut.

Diketahui, sebanyak 1.315 pelajar menjadi korban keracunan massal akibat program MBG. Mayoritas korban berasal dari Kecamatan Cipongkor, meliputi siswa-siswi dari SMK Karya Perjuangan, SMK Pembangunan, MI 3 Cipongkor, MI Mulyadarma, SDN 1 Cipongkor, MI Syahida, MTS Syahida, MA Syahida, MTS Mana’arul Huda, dan SMK Babakan Gunkar. 

Sementara di Kecamatan Cihampelas, kasus keracunan menimpa siswa SMKN 1 Cihampelas.

"Betul, sejak kejadian keracunan pertama tanggal 22 September dan kedua pada 24 September 2024, hingga kini sekolah yang siswanya mengalami keracunan tak lagi mendapat program MBG," ungkap Kasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik Kecamatan Cipongkor Dani Ramdani, Kamis 9 Oktober 2025.

Penghentian program MBG ini tak terlepas dari penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang mencakup dua dapur di Cipongkor dan satu dapur di Cihampelas. 

Penutupan ini dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bentuk evaluasi dan perbaikan sistem.

"Penutupan sementara dan pencabutan kewenangannya ada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN). Selama belum dicabut, otomatis program MBG dihentikan sementara untuk sekolah-sekolah tersebut," tegas Dani.
 
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, lanjut Dani, Pemerintah Kecamatan Cipongkor telah menggelar rapat koordinasi (rakor) yang melibatkan berbagai unsur terkait. 

Rakor ini dihadiri oleh Forkompimcam Cipongkor, Dinkes KBB, Disdik KBB, Pengawas TK SD Kecamatan Cipongkor, Korwil SMP SMA Kecamatan Cipongkor, UPTD P2KBP3A Kecamatan Cipongkor, Puskesmas Cipongkor, Puskesmas Citalem, Kepala Desa se-Wilayah Kecamatan Cipongkor, Yayasan Mitra SPPG Kecamatan Cipongkor, Ketua Asosiasi BPD Kecamatan Cipongkor, Kepala Sekolah se-Wilayah Kecamatan Cipongkor, dan Kepala SPPG Kecamatan Cipongkor.
 
"Kemarin sudah digelar rakor, membahas soal pelaksanaan MBG di Cipongkor. Tujuannya agar kasus keracunan jangan sampai terulang kembali," jelasnya.
 
Meskipun program MBG dihentikan sementara, Dani Ramdani mengaku belum menerima pengaduan atau penolakan resmi dari orang tua, siswa, maupun pihak sekolah. 

"Belum ada penolakan secara resmi, ya," pungkasnya. 


Editor : Doni Ramdhani