Tragedi Keracunan Massal MBG di Bandung Barat: PKB Terjunkan 21 Ambulans Gratis
Bencana keracunan massal akibat program makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah memicu respons cepat dari berbagai pihak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Bencana keracunan massal akibat program makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah memicu respons cepat dari berbagai pihak.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KBB menjadi salah satu yang terdepan dalam memberikan bantuan, dengan menerjunkan 21 ambulans untuk menangani para korban keracunan massal.
Ketua DPC PKB KBB Asep Dedi menjelaskan, inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial partai terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
"Dari KBB sendiri ada 6 unit ambulans, dibantu dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan DPW PKB Jawa Barat. Sehingga total yang dikerahkan sebanyak 21 ambulans," ujarnya saat ditemui, Jumat 26 September 2025.
Pria yang akrab disapa Kang Asded ini menjelaskan, ambulans-ambulans tersebut telah siaga di Cipongkor sejak kejadian pertama pada Senin 22 September 2025.
Awalnya, hanya 6 unit yang dikerahkan, namun karena jumlah korban terus bertambah, PKB memutuskan untuk mendatangkan bantuan ambulans dari wilayah Bandung Raya.
"Ternyata jumlah korbannya terus bertambah, butuh banyak ambulans untuk membawa para korban ke sejumlah fasilitas kesehatan," ujarnya yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD KBB ini.
"Kami terketuk untuk membantu sesama, juga pemerintah daerah dalam menangani tragedi keracunan ini," sambungnya.
Setiap ambulans dilengkapi dengan seorang sopir dan tenaga pembantu medis yang terlatih. Mereka siap memberikan pertolongan pertama dan mengantarkan pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Jadi ada 21 sopir dan 21 tenaga pembantu medis yang kami kerahkan. Semua layanan ini gratis, ini murni kemanusiaan," tegas Kang Asded.
Inisiatif PKB ini tegas Kang Asded, merupakan bentuk komitmen partai untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat pemilihan umum, tetapi juga ketika rakyat benar-benar membutuhkan.
"Ini bentuk tanggung jawab sosial dan kemanusiaan PKB. PKB tidak hadir hanya saat pemilu, namun juga saat rakyat benar-benar membutuhkan," tandasnya.
Meskipun jumlah pasien keracunan MBG sudah mulai menurun, PKB tetap menyiagakan ambulans di beberapa titik strategis, seperti Kantor Kecamatan Cipongkor dan RSUD Cililin.
"Kita lihat perkembangan, semua disesuaikan dengan kebutuhan. Jika situasi dan kondisinya mulai kondusif, kita akan tarik satu persatu ambulansnya. Tapi ada beberapa yang tetap standby sampai tak ada lagi korban," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

