Korban Keracunan di Cipongkor Trauma Makan Menu MBG dan Minta Hentikan MBG

Ningsih (54) orang tua Muhammad Agung, siswa Kelas XI SMK Karya Perjuangan Cipongkor yang menjadi korban keracunan massal makan bergizi gratis (MBG) hanya bisa pasrah melihat anak kesayangannya di bangsal rumah sakit.

Korban Keracunan di Cipongkor Trauma Makan Menu MBG dan Minta Hentikan MBG
Muhammad Agung, merupakan satu dari 47 pasien yang masih harus mendapat perawatan intensif di RSUD Cililin usai menjadi korban keracunan massal MBG bersama ratusan siswa pada Rabu 24 September 2025. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Ningsih (54) orang tua Muhammad Agung, siswa Kelas XI SMK Karya Perjuangan Cipongkor yang menjadi korban keracunan massal makan bergizi gratis (MBG) hanya bisa pasrah melihat anak kesayangannya di bangsal rumah sakit.

Muhammad Agung, merupakan satu dari 47 pasien yang masih harus mendapat perawatan intensif di RSUD Cililin usai menjadi korban keracunan massal MBG bersama ratusan siswa pada Rabu 24 September 2025.

Warga Kampung Ciakar, Desa Sarinagen ini dengan tegas meminta program Makan Bergizi Gratis atau MBG ini dihentikan agar tidak kembali terulang.

"Atos tong dilanjut (program MBG) tipadan aya kajadian deui (sudah jangan dilanjutkan daripada terjadi lagi)," kata Ningsih dengan nada kecewa.

Ningsih mengaku syok lantaran saat gejala keracunan terjadi anaknya sempat mengalami kejang-kejang hingga tak sadarkan diri.

"Kantos kejang-kejang teras pingsan (Sempat kejang-kejang terus pingsan)," ucapnya.

Muhammad Agung mengaku trauma dan tidak ingin mencoba makanan MBG. Menurutnya, program MBG di SMK Karya Perjuangan sudah berlangsung selama satu bulan.

"MBG di sekolah udah sebulan, menunya juga beda-beda. Kadang ada tempe gak dimakan karena baunya gak enak, ada juga nasi goreng bau dan asem," paparnya.

"Jadi jam 11 itu kejang, lalu gak inget apa-apa," katanya.

Kondisi serupa juga dialami Aldo, teman sekelas Muhammad Agung yang juga menjadi korban keracunan massal MBG. Ia mengaku mengalami gejala sesak nafas dan sakit di bagian perut.

"Jadi jam 10 itu makan, menu MBG-nya ada nasi, ayam geprek, sambel, sayur dan strawberri. Nah, sambelnya itu asin sama pahit dan tahunya gak enak," kata Aldo.

"Kalau temen saya lebih parah, ada belatung di buah strawberinya," ucapnya.


Editor : Doni Ramdhani