Dirut RSUD Cililin Ungkap Data Korban Keracunan Massal yang Masih Dirawat, Total ada 47 Orang

Direktur RSUD Cililin Neng Siti Djulaeha kembali mengungkap data jumlah korban keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor dan Kecamatan Cihampelas.

Dirut RSUD Cililin Ungkap Data Korban Keracunan Massal yang Masih Dirawat, Total ada 47 Orang
Pada periode pertama, kejadian pada 22 September 2025 di Kecamatan Cipongkor jumlah korban keracunan massal MBG yang masih harus mendapat perawatan sebanyak 41 orang, 13 diantaranya masih dirawat, sementara 5 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang hari ini. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Direktur RSUD Cililin Neng Siti Djulaeha kembali mengungkap data jumlah korban keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor dan Kecamatan Cihampelas.

Pada periode pertama, kejadian pada 22 September 2025 di Kecamatan Cipongkor jumlah korban keracunan massal MBG yang masih harus mendapat perawatan sebanyak 41 orang, 13 diantaranya masih dirawat, sementara 5 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang hari ini.

Kemudian, pada periode kedua, pada 24 September 2025 korban yang datang ke RSUD Cillilin sebanyak 128 orang. Hingga saat ini 45 diantaranya dalam kondisi mulai stabil.

"Keluhan para korban kebanyakan mual, nyeri perut dan ada beberapa yang mengalami kejang-kejang hingga sesak nafas," ujarnya.

"Kalau tadi untuk pasien periode pertama sudah ada yang diperbolehkan pulang. Untuk periode kedua masih harus dirawat dan ada dua orang lagi yang akan masuk," sambungnya.

Total, sebut Neng Siti, ada 47 orang yang sedang dirawat. Menurutnya, penanganan yang dilakukan kepada para korban dilakukan berbeda bergantung pada gejala yang dirasakan masing-masing korban.

"Tapi semua harus diinfus dan diberikan obat sesuai gejala yang timbul, bisa diberi anti mual, anti nyeri. Kalau yang sesak kita beri oksigen, ada juga yang diuap atau dinebulizer," paparnya.

Neng Siti memastikan, pihak RSUD Cililin bakal tetap mempersiapkan semua kebutuhan pasien mulai dari obat-obatan atau barang habis pakai. Termasuk sarana dan prasarana, serta SDM petugas medis.

"Alhamdulillah semua masih aman dan siap meski kami berharap para korban tidak bertambah. Total tenaga kesehatan di RSUD Cililin ada 75 orang," ujarnya.

"Selain itu, 47 orang yang dirawat tidak ada indikasi darurat atau dirawat di ICU," imbuhnya.


Editor : Doni Ramdhani