Keren, 10 Santri Bina Insan Mulia Cirebon Mendapat Beasiswa dari Universitas Qarawiyyin Maroko
Mereka menyusul senior-seniornya, yang sudah kuliah di berbagai kampus internasional di luar negeri. Ke 10 santri tersebut, akan belajar di Universitas Al-Qarawiyyin Maroko, tepatnya di Madrasatul Ulum Al-Islamiyah, di Casablanca Maroko.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - 10 santri alumni Madrasah Aliyah Unggulan Bertaraf Internasional (MAUBI) Bina Insan Mulia Cirebon, mendapatkan beasiswa.
Mereka menyusul senior-seniornya, yang sudah kuliah di berbagai kampus internasional di luar negeri. Ke 10 santri tersebut, akan belajar di Universitas Al-Qarawiyyin Maroko, tepatnya di Madrasatul Ulum Al-Islamiyah, di Casablanca Maroko.
Satu dari 10 santri Bina Insan Mulia yang berangkat pada hari Selasa kemarin, adalah Syah Khotami El Aulia Jazuli, yang merupakan putra KH. Imam Jazuli, Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia. Dirinya memberikan pesan khusus kepada putranya. Hal itu karena karena begitu sampai di Maroko beberapa hari kemudian, ia harus berangkat menuju Syiria.
"Anak saya yang biasa dipanggil Aa Khotam harus ke Syiria untuk mengikuti Daurah Internasional bagi para dai se-dunia. Ini diselenggarakan oleh Markaz as-Syam al-Islami ad-dauly, Kementrian Waqof Syiria selama 20 Hari. Anak saya menjadi satu dari tiga ulama utusan Indonesia dalam Daurah Internasional tersebut," ungkap Kiai Imam Jazuli, Rabu 25 September 2024.
Namun akunya, karena negeri Syiria hari ini sedang tidak aman terkait serangan Israil, maka Kiai Imam Jazuli meminta untuk mendoakan secara khusus untuk Khotam dan umumnya kepada seluruh kader yang berangkat.
Saat ini, mereka masuk melalui jalur beasiswa setelah berhasil mengikuti tes.
"PBB sangat lemah menghadapi Israel. Berbagai tindakan brutal yang telah menghilangkan nyawa banyak orang, hanya ditanggapi dengan kutukan atau kecaman.
Dunia belum mampu memberikan resolusi tindakan yang bisa menghadang kebiadaban Israel," akunya.
Dia menyebutkan, saat ini Hanya tiga Lembaga saja yang bisa menjadi pintu masuk santri se-Indonesia yang ingin mendapatkan beasiswa dari Universitas-Universitas di Maroko.
Ke tiga lembaga tersebut yaitu, 30 kuota untuk Kementerian Agama, 30 kuota untuk PBNU dan 10 kuota melalui pesantren miliknya, yang mendapatkan beasiswa langsung dari kementerian Waqof Maroko.
"Kalau dirupiahkan, beasiswa yang mereka terima kisaran empat juta per-bulan. Semoga mereka nantinya mereka bermanfaat buat agama, bangsa dan negara," ucapnya.
Kepada semua santri yang berangkat, kiai Imam Jazuli menegaskan, mereka sebagai bagian dari kader dan bagian dari target besar Pesantren Bina Insan Mulia. Karena ditargetkan, yayasan miliknya bisa menghasilkan 1.000 sarjana lulusan luar negeri dan 1.000 sarjana lulusan dalam negeri di tahun 2028.
“Pesantren Bina Insan Mulia berkomitmen mengambil peranan aktif untuk perubahan Indonesia melalui para alumni kami,” tukasnya.
Universitas Al-Qarawiyyin: Kampus Tertua di Dunia
Universitas Al-Qarawiyyin adalah kampus yang didirikan oleh seorang Muslimah bernama Fatima al-Fihri, perempuan asal Tunisia yang pindah ke Fes, Maroko. Ini adalah kampus tertua di dunia dengan usia 1.164 tahun. Fatima adalah putri seorang pedagang kaya bernama Mohammed Bnou Abdullah. Setelah pindah, Fatima dan sang kakak, Mariam, kemudian mendirikan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus belajar pada tahun 859 M.
Setelah ayah mereka meninggal, uang warisannya kemudian digunakan untuk komunitas guna membangun Masjid Al-Qarawiyyin. Awalnya, masjid tersebut hanya berukuran 30 meter, tetapi kemudian berkembang hingga mampu memuat 20.000 jamaah. Masjid tersebut lantas menjadi universitas yang banyak menyelenggarakan simposium dan debat.
Setelah menjadi kampus, Al-Qarawiyyin memperkenalkan sistem pemberian gelar sesuai dengan tingkat studi yang berbeda di berbagai bidang, seperti studi agama, bahasa, dan sastra. Ide Fatima Al-Fihri adalah menciptakan ruang sosial yang memungkinkan pertukaran intelektual untuk pembelajaran dan pengajaran yang progresif.
Negara-negara Eropa dengan cepat melihat potensi besar di balik konsep pembelajaran ini dan segera mendirikan institusi mereka sendiri. Di antara yang paling terkenal adalah University of Bologna dan University of Oxford.
Sejak tahun 1947, Universitas Al-Qarawiyyin direorganisasi menjadi universitas modern dan terus berkembang hingga kini dengan tiga kampus, yaitu Universitas Al-Qarawiyyin di Fes, Universitas Al-Qarawiyyin Darul Hadis Al-Hasaniyah di Rabat, dan Universitas Al-Qarawiyyin Madrastul Ulum Al-Islamiyah di Casablanca. Alumnus Universitas Al-Qarawiyyin di Indonesia salah satunya adalah Prof. Dr. Ustadz Abdush Shomad, MA.
Sepanjang sejarah, Universitas Al-Qarawiyyin telah menjadi tempat para sarjana terkenal, termasuk kartografer abad ke-12 Mohammed Al-Idrisi yang petanya membantu penjelajahan Eropa selama masa Renaisans. Alumni lain yang juga sangat terkenal adalah Filsuf Muslim abad ke-12, Ibn Rusyd. Bahkan Paus Sylvester II diyakini banyak ilmuan sebagai orang yang memperkenalkan angka Arab ke Eropa setelah belajar pada abad ke-10. ***
Editor : Ahmad Sayuti
