Keselamatan Wisatawan Butuhkan Pengelolaan Risiko Wisata Gunung Api
Guna menjamin keselamatan wisatawan, Kementerian Pariwisata mendorong pengelolaan risiko dalam pengembangan wisata gunung api.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Guna menjamin keselamatan wisatawan, Kementerian Pariwisata mendorong pengelolaan risiko dalam pengembangan wisata gunung api dengan menerapkan pendekatan berbasis risiko, informasi ilmiah, standar usaha pariwisata, dan kompetensi sumber daya manusia.
"Keselamatan wisata gunung api harus dibangun melalui pendekatan berbasis risiko, informasi ilmiah, standar usaha pariwisata, dan kompetensi sumber daya manusia. Wisatawan tidak boleh hanya mengandalkan kondisi visual gunung, tetapi harus mengikuti status aktivitas dan rekomendasi resmi PVMBG Badan Geologi," kata Juru Bicara Kemenpar Nia Niscaya dikutip dari Antara, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, penerapan pengelolaan risiko dari sisi penyelenggara perlu disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat risiko aktivitas wisata.
"Dari sisi penyelenggara, penerapan standar keselamatan perlu mencakup SOP keselamatan dan keadaan darurat, pengelolaan risiko, kompetensi SDM, jalur evakuasi, titik kumpul, sistem komunikasi dan informasi, serta kesiapan penanganan keadaan darurat sesuai karakteristik dan tingkat risiko aktivitas wisata," ujarnya.
Dalam hal standar usaha, Nia mengatakan Permenpar Nomor 6 Tahun 2025 menjadi salah satu rujukan dalam penerapan standar kegiatan usaha pariwisata berbasis risiko.
Kementerian Pariwisata juga mendorong wisatawan menggunakan biro perjalanan berizin dan pemandu wisata yang kompeten dan tersertifikasi, serta memperkuat penerapan KKNI Pemandu Wisata Gunung untuk memastikan kompetensi pemandu sesuai tingkat risiko dan karakteristik medan.
Pengelolaan risiko tersebut berkaitan dengan perkembangan tren wisata yang semakin mengarah pada wisata berbasis pengalaman dan aktivitas. Aktivitas tersebut antara lain trekking, pendakian, trail running, dan sport tourism (wisata olahraga).
Di samping itu, dia menyatakan Kementerian Pariwisata telah menempatkan wisata gunung dalam tren Nature and Adventure (alam dan petualangan), sebagai salah satu dari enam tren utama pariwisata.
Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata gunung api sebagai bagian dari wisata alam dan petualangan. Dengan 127 gunung api aktif yang berada di kawasan Ring of Fire (Cincin Api), Indonesia memiliki keunggulan geologi yang dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata berbasis alam, petualangan, olahraga, edukasi, geowisata, hingga budaya masyarakat sekitar.
Nia menilai pengembangan wisata gunung api harus selalu menempatkan keselamatan sebagai fondasi utama, sehingga wisata dapat berlangsung secara aman, terkelola, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Editor : Doni Ramdhani

