SEJUMLAH siswa-siswi SD Darul Hikam, Bandung, belajar ekskul broadcasting. Model pembelajaran bagi siswa yang ingin belajar liputan, pengambilan gambar, dan menjadi seorang public speaking atau master of ceremony (MC).
Kegiatan ini cukup mengasyikan, siswa bisa menyalurkan dan bisa menanamkan rasa percaya diri dengan hobi barunya itu.
"Ekskul ini untuk siswa kelas tiga, empat dan lima," kata Wakasek Kesiswaan SD Darul Hikam, Bandung, Sandi Setiawan Santosa, kepada INILAHKORAN.
Dia mengatakan, siswa akan belajar membaca skrip, menjadi seorang presenter hingga memegang kamera dan lainnya. Kegiatan yang mengasyikan ini, digelar sepekan sekali dilingkungan sekolahnya dan di bimbing langsung oleh pengajar dari luar sekolah.
Target dari ekskul broadcasting sendiri, lanjut dia, siswa dapat menjadi seorang reporter dan presenter televisi. Selain itu, mereka juga bisa membuat program televisi, menjadi MC, dan dapat menjadi pembicara public.
"Aplikasi dari reporter televisi, nanti anak-anak akan membuat sebuah berita, itu ada beberapa yang akan menjadi reporter. Kemudian untuk public speaking, nanti mereka belajar bagaimana berbicara di depan umum/teman-temannya," paparnya.
Dia menambakan, ekskul bisa memberikan dampak yang cukup positif bagi siswanya. Di sini mereka jauh lebih percaya diri dan tentunya jadi tahu bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan benar.
Dia berharap, melalui ekskul broadcasting yang ada di sekolahnya ini, anak-anak lebih mengenal bahwa selain menjadi pekerja, mereka bisa menjadi wartawan, presenter dan mengenal dunia broadcast.
"Jadi bagaimana mereka membuat sebuah video pemberitaan, membuat skrip atau naskah untuk wawancara, dan akhirnya mereka bisa membuat sebuah gerakan literasi yang bisa diberikan ke masyarakat," tambahnya.