Ketua LPM Sebut Cimahpar Rawan Longsor, Butuh Pembangunan TPT
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cimahpar, Ade Syaifulloh menyebutkan bahwa wilayah Cimahpar membutuhkan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di lima titik karena rawan longsor. TPT diajukan tahun 2025 ini untuk direalisasikan pada Rancangan APBD 2027.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cimahpar, Ade Syaifulloh menyebutkan bahwa wilayah Cimahpar membutuhkan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di lima titik karena rawan longsor. TPT diajukan tahun 2025 ini untuk direalisasikan pada Rancangan APBD 2027.
"pembangunan TPT menjadi kebutuhan paling mendesak mengingat kondisi geografis Cimahpar yang rawan longsor. Usulan masyarakat yang paling urgen di Cimahpar itu TPT. Tapi anggarannya besar, di atas Rp500 juta, sehingga harus melalui anggaran pusat. Karena kalau hanya APBD tidak akan cukup," ungkap Ade kepada INILAHKORAN usai Musrenbang Kelurahan Cimahpar pada Selasa 16 Desember 2025.
Ade memaparkan, terdapat sedikitnya lima titik TPT yang menjadi prioritas di Kelurahan Cimahpar, yakni di RW 4, RW 5, RW 8, RW 10, dan satu titik lainnya yang dinilai sangat rawan.
"Lima titik itu yang paling urgent dan perlu segera ditangani demi keselamatan warga," paparnya.
Ade membeberkan, bahwa untuk RAPBD 2027, usulan masih didominasi pembangunan fisik meskipun ada juga dari sektor ekonomi dan pemerintahan.
"Karena keterbatasan anggaran Kota Bogor, setiap bidang hanya bisa mengusulkan satu prioritas kegiatan untuk 2027," pungkasnya.
Editor : JakaPermana

