Keuangan Menurun, YG Diambang Kebangkrutan??
YG dinilai berada diambang kebangkrutan karena keuangan mereka menurun di kuartal kedua tahun 2024 hanya menghasilkan Rp3,5 miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
inilahkoran - Baru-baru ini, Agensi YG Entertainment menarik perhatian karena mereka mengungkap laporan Keuangan untuk kuartal kedua tahun 2024.
Secara khusus, Agensi YG Entertainment ini dari bulan April hingga Juni hanya menghasilkan Rp3,5 miliar.
Sehingga hal ini langsung menimbulkan berbagai spekulasi tentang kinerja Agensi tersebut.
Saat ini, BABYMONSTER, TREASURE, dan AKMU adalah artis yang paling aktif di bawah naungan YG.
Member WINNER, Seunghoon, baru saja comeback dengan album solonya 'My Type', dan WINNER juga diharapkan akan kembali sebagai tim lengkap saat Mino menyelesaikan wajib militer.
Meskipun artis-artis YG banyak beraktivitas, laba yang mereka peroleh pada kuartal kedua terbilang rendah jika dibandingkan dengan Agensi BIG 4 lainnya, SM, JYP, dan HYBE.
Karena itu, penggemar khawatir YG tengah menghadapi kesulitan Keuangan.
Menurut para ahli, YG tengah kehilangan popularitas karena hiatusnya aktivitas grup BLACKPINK.
Karena para member BLACKPINK tengah fokus pada promosi solo mereka, penggemar mungkin harus menunggu hingga tahun 2025 untuk melihat comeback grup mereka.
Selain itu, hengkangnya G-Dragon BIGBANG dari YG pada akhir tahun lalu juga berdampak signifikan terhadap Agensi tersebut.
Sebagai tanggapan, netizen Korea berkomentar, “Sejujurnya, Yang Hyun Suk tidak menciptakan YG. Teddy dan BIGBANG-lah yang melakukannya”.
“Tanpa BLACKPINK, YG hanyalah perusahaan menengah”, “Yang Hyun Suk menghancurkan segalanya. Di mana BABYMOSNTER dan apa yang mereka lakukan?”.
“YG akan terus berjuang seperti ini untuk beberapa saat lagi. BABYMONSTER masih merupakan grup pendatang baru. TREASURE, AKMU, dan WINNER tidak menghasilkan banyak uang”.
“Saya pikir YG perlu mendebutkan boy grup baru”, “Apakah YG akan bangkrut?” dan lainnya.
Namun, secara umum, sangat sulit bagi perusahaan papan atas seperti YG untuk bangkrut.
Kapitalisasi pasar YG adalah Rp7 miliar, membuktikan bahwa perusahaan tersebut masih berdiri kokoh bahkan tanpa grup andalan mereka.
Penurunan pendapatan yang tiba-tiba adalah sesuatu yang mungkin dialami oleh bisnis mana pun.
YG masih mengizinkan artis mereka untuk berpromosi secara teratur.
BABYMONSTER baru saja membuktikan kekuatan konser mereka dengan menjual habis tiket tur fanmeeting Asia pertama mereka.
Meskipun pendapatan mereka lebih rendah dari itu selama masa puncaknya, YG masih memiliki sumber pendapatan yang stabil.
Pendapatan besar sebesar Rp5,3 triliun dari tur dunia BLACKPINK 'BORN PINK' cukup membantu YG untuk tetap bertahan di BIG 4.
Meskipun BLACKPINK sedang vakum, YG masih menjual pernak-pernik para member dan mengisyaratkan kemungkinan comeback BLACKPINK.***
Editor : Irma Nurfajri

