Kiat Sukses Tasya Kamila
Meski sejak belia sudah disibukkan dengan dunia hiburan, namun tak menghalangi semangat Shafa Tasya Kamila untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Meski sejak belia sudah disibukkan dengan dunia hiburan, namun tak menghalangi semangat salah seorang artis cilik medio 2000-an, Shafa Tasya Kamila untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya.
Dengan rutinitas yang sangat padat, pelantun lagu "Libur Telah Tiba" tersebut berhasil menjadi sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia dengan meraih predikat cumlaude. Selain itu, Tasya sukses menyabet gelar Master di Columbia University, Amerika Serikat, tahun 2018.
Penyanyi dan model kelahiran Jakarta, 22 November 1992 ini mengungkapkan, manajemen waktu dan skala prioritas adalah kunci keberhasilan tersebut. "Untuk urusan waktu harus ada komitmen, disiplin, dan tahu konsekuensi," tuturnya, dalam Seminar Nasional bertajuk "Get Your Dream to Study Abroad" yang digelar Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris Universitas Islam Nusantara (Uninus) di Aula Kampus Uninus, Jalan Soekarno-Hatta No 530, Kota Bandung, Kamis (12/3/2020).
Tasya menuturkan, dirinya membagi kegiatan dalam empat jenis sesuai skala prioritas yang telah ia buat. Yakni, yang penting dan mendesak, yang penting dan tidak mendesak, yang tidak penting tapi mendesak serta yang tidak penting dan tidak mendesak.
"Dengan skala prioritas, aku bisa balance antara dunia seni dan akademis. Kita harus bisa mengoptimalkan aktivitas kita," ungkap Duta Lingkungan Hidup tersebut, seperti dikutip dari laman resmi Disdik Jabar.
Pemeran Rika di film "Rumah Kentang" ini meyakini pentingnya memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. "Waktu kita cuma ada 24 jam. Kita harus bisa memanfaatkan waktu yang ada dan membaginya antara waktu belajar, bekerja, sosialisasi, dan istirahat," ungkapnya.
Selain itu, aku Tasya, lingkungan keluarga sangat mempengaruhi pilihannya untuk terus menekuni dunia akademis. Bagi keluarga Tasya, pendidikan merupakan modal jangka panjang dan harus diprioritaskan. "Jadi, ketika dulu banyak kegiatan, baik sebagai penyanyi atau bermain sinetron, tetep yang utama adalah sekolah," tuturnya.
Tasya pun berbagi cerita tentang nilai cumlaude yang ia raih. Putri pasangan Gatot Permadi dan Isverina ini mengaku sama sekali tak menargetkan diri untuk mendapatkan hasil tersebut. "Cuma, dari dulu aku udah punya mental bahwa enggak harus jadi yang terbaik, tapi harus selalu berusaha memberikan yang terbaik," tegasnya.
Istri Randi Bachtiar ini meyakini, tujuan pendidikan itu lebih dari sekadar mendapat IPK tinggi. "Tujuan kuliah itu untuk bisa mendapatkan ilmu yang dipelajari, membentuk pola pikir, dan memiliki sudut pandang berbeda dalam menyikapi permasalahan," tutupnya. (sur)
Editor : suroprapanca

