KIM Ranggamekar Kenalkan Budidaya Ikan Bioflok dengan Sistem Sipanen
Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Ranggamekar memperkenalkan usaha budidaya ikan bioflok dengan sistem Sipanen
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelurahan Ranggamekar membeberkan potensi dan program Ketahanan Pangan di. wilayahnya.
Terbaru mereka memperkenalkan usaha budidaya ikan Biofloc dengan sistem Sipanen yang membuat efisiensi pakan tinggi dengan perbandingan 1 kilogram pakan menghasilkan 1 kilogram ikan.
Diketahui, sistem Sipanen juga telah mendapatkan penghargaan sertifikat lencana wira karya dan disurvei langsung oleh staf Kepresidenan? Republik Indonesia.
"Untuk di wilayah Ranggamekar ada pemanfaatan lahan tidur di RW 3, 4, dan 7. RW 3 fokus pada pemanfaatan lahan tidur untuk ketahanan pangan, seperti budidaya ikan nila dan penanaman jagung. RW 4 memiliki program budidaya burung kenari, RW 7 fokus pada budidaya ikan lele," ungkap Ketua KIM Ranggamekar Taufik Hidayat kepada wartawan pada Jumat (31/7/2026).
Taufik memaparkan, untuk detail usaha budidaya ikan sistem biofloc mulai berjalan sejak tahun 2024 atau baru berjalan sekitar 2 tahun. Kapasitas terdiri dari 5 kolam dengan kapasitas per meter kubik sebanyak 85 ekor, dengan total populasi mencapai sekitar 1.600 ekor ikan.
"Untuk siklus panen dilakukan 3 bulan sekali (paling lama), atau paling cepat dalam waktu 60 hari (2 bulan). Kali ini kami memiliki keunggulan sistem Biofloc Sipanen lebih irit Harga Pokok Penjualan (HPP) dan margin keuntungan lebih baik dibanding sistem lain," paparnya.
Taufik menjelaskan, KIM Ranggamekar menggunakan sistem Sipanen karena telah mendapatkan penghargaan sertifikat lencana wira karya dan disurvei langsung oleh staf Kepresidenan Republik Indonesia. Efisiensi pakan tinggi dengan perbandingan 1:1 atau 1 kilogram pakan menghasilkan 1 kg ikan. Karena pakan dapat dipangkas secara efektif.
"Budidaya ikan ini, mengambil peluang bahwa warga setempat dan Kota Bogor pada umumnya sangat gemar mengonsumsi ikan, namun ketersediaan ikan segar yang terbatas membuat permintaan sangat tinggi hingga sering kekurangan stok dan harus mengambil dari luar," jelasnya.
Taufik menambahkan, untuk pemasaran cukup bagus, bahkan permintaan pasokan dari 3 unit dapur MBG di Kelurahan Ranggamekar terpaksa ditolak karena stok hasil panen warga sendiri masih kurang dan belum mencukupi kebutuhan internal warga sekitar.
"Dari hasil budidaya ikan ini, Sebagian keuntungan disalurkan kepada Keluarga Rawan Stunting (KRS) sebagai upaya nyata penanganan stunting. Untuk informasi lebih lanjut budidaya ikan bisa menghubungi nomor 0877-9454-5468," tambahnya.
Sementara itu, Lurah Ranggamekar, Amir Santoso menjelaskan KIM di wilayahnya sudah terbentuk sejak satu tahun silam, mereka terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan anggota, jumlahnya 10 orang. Sebetulnya semua kelurahan sudah memiliki KIM, hanya saja kinerja KIM di wilayahnya terbilang aktif.
"Kebetulan di kami itu aktif. Tugas mereka itu menginformasikan keadaan di wilayah, artinya penyambung lidah. KIM sesekali menjadi ruang aduan bagi masyarakat. Tak jarang mereka juga menginformasikan segala bentuk program pemerintah. Alhamdulillah kami jadi bisa bersinergi. Kalau kami ada giat ke masyarakat mereka sering kami ajak, untuk bantu menginformasikan," terang Amir.
Editor : Ahmad Sayuti

